Bhayangkari Polres Sintang Tanam 500 Bibit Pohon

oleh

Dalam Rangka peringatan Hari Kesatuan Gerakan Bhayangkari (HKGB) ke 59 pada tahun 2011,secara serentak seluruh Indonesia menandainya dengan mendukung program gerakan perempuan tanam dan pelihara pohon. <p style="text-align: justify;">&ldquo;Tujuannya adalah untuk mengurangi dampak dari pemanasan global atau global warming,mengurangi terjadinya tanah longsor dan dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat pada umumnya,” kata Ketua Bhayangkari Cabang Sintang, Natalia Firly pada kalimantan-news.com sebelum pelaksanaan penanaman pohon di seputaran di Stadion Baning Kota Sintang(16/09/2011). <br /><br />Ditambahkannya, pohon yang akan di tanam kurang lebih ada 500 pohon yang terdiri dari pohon mathoa,gaharu dan pucuk merah.<br /><br />“Bibitnya merupakan bantuan dari  Dinas Kehutanan Dan Perkebunan serta dari Dinas Kebersihan, Kebakaran Dan Tatakota Kabupaten Sintang, yang jumlahnya masing-masing 250 pohon,” ujarnya.<br /><br /> 500 batang pohon tersebut rencananya akan di tanam di Hutan Wisata Baning, Asrama Polri, Polsek serta di rumah-rumah ibadah.<br /><br />“Harapan saya kegiatan penanaman pohon ini menjadi kegiatan berkelanjutan dan bukan hanya sampai disini saja. Tak lupa saya  berterimakasih pada pihak yang memberi bantuan bibit pohon tersebut,” ungkapnya.<br /><br />Adapun rangkaian Peringatan HKGB di Kabupaten Sintang selain penghijauan juga antara lainya adalah pemeriksaan hepatitis serta sosialisasi masalah kesehatan. <br /><br />Dalam kesempatan yang sama Kapolres Sintang, Firly Ruspang Samosirselaku Pembina Bhayangkari di hadapan Anggota Polres Sintang serta Anggota Bhayangkari Polres Sintang, menyampaikan terima kasihnya kepada pihak yang terlibat dalam kegiatan, khususnya 2 dinas yang telah menyumbangkan bibit pohon.<br /><br />Dirinya meminta pada Ibu-Ibu Bhayangkari, agar kegiatan positif seperti penghijauan dengan  penanaman pohon, tidak hanya dilakukan dalam suasana seremonial namun harus berkesinambungan dalam kehidupan sehari-hari.<br /><br />“Artinya jangan hanya menanam pada event tertentu saja tetapi juga harus dilaksanakan disekitar tempat tinggal masing-masing, di pelihara dan di pupuk,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>