BI Banjarmasin Dukung Pengelolaan Karet

oleh

Bank Indonesia Banjarmasin Kalimantan Selatan terus mengupayakan perbaikan mutu karet di daerah ini untuk mendorong peningkatan kesejahteraan petani. <p style="text-align: justify;">Hal tersebut disampaikan Direktur regional BI Kalimantan Khairil Saleh di Banjarmasin, Senin.<br /><br />Menurut dia, upaya BI mendorong kesejahteraan petani antara lain melalui peningkatan produksi dan kualitas bahan olahan karet (bokar).<br /><br />Khairil mengatakan pihaknya telah melakukan penandatanganan kerjasama sebagai tindak lanjut dari "focus group discussion" (FGD) antara Bank Indonesia, Pemkab Tabalong, serta tim fasilitasi percepatan pemberdayaan ekonomi daerah (TFPPED) Kalsel pada April 2011.<br /><br />"Kita telah melakukan penandatanganan kerjasama program pengembangan pengolahan karet di Koperasi perkebunan Bina Usaha, Desa Kasiau Raya, Kecamatan Murung Pudak pada Kamis 9 Juni 2011," katanya.<br /><br />Penandatanganan kerjasama tersebut merupakan sinergi antara Pemkab Tabalong bersama dengan Bank Indonesia Banjarmasin dalam memberdayakan sektor riil dan UMKM Kalsel.<br /><br />Kerjasama tersebut, tambah dia, merupakan bukti nyata dari komitmen Bank Indonesia Banjarmasin untuk turut serta mengembangkan komoditas unggulan daerah demi peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani karet yang banyak terdapat di Tabalong.<br /><br />Karet merupakan salah satu komoditas unggulan Provinsi Kalimantan Selatan yang sudah menjadi warisan turun menurun masyarakat.<br /><br />Berdasarkan data Dinas Perkebunan Kalsel 2010, luas areal perkebunan karet mencapai 223.554 atau mengalami peningkatan sebesar 2,41 persen dari tahun 2009 yang sebesar 218.283 hektar.<br /><br />Sementara tingkat produksi karet di Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2010 mengalami peningkatan sebesar 5,91 persen, yaitu dari 132.593 ton menjadi 140.431 ton, seiring perluasan areal lahan.<br /><br />Dari hasil produksi perkebunan milik rakyat tersebut, penyumbang terbesar dari Kabupaten Tabalong sebesar 26,97 persen.<br /><br />"Tabalong memiliki potensi berupa komoditas karet yang cukup besar sehingga kami memfokuskan pada pengembangan komoditas tersebut," katanya.<br /><br />Selain karet, pada tahun ini Bank Indonesia Banjarmasin juga turut serta dalam pengembangan komoditas padi di Kabupaten Barito Kuala serta produk sasirangan di Kota Banjarmasin.<br /><br />Menurut Khairil setiap daerah memiliki komoditas dan produk unggulan masing-masing dan menjadi tugas pemeritah bersama bank untuk membantu mengembangkan agar memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar lokal maupun internasional.<br /><br />Selain itu BI juga melakukan sosialisasi program klaster dan skim kredit sektor perkebunan pada para petani karet yang tergabung dalam Koperasi Perkebunan Bina Usaha, Koperasi Petani Karet Yudistira, dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Agung Barokah, Kabupaten Tabalong. <strong>(phs/Ant)</strong></p>