BI Kaltim Gelar Diskusi Menuju Sukses UMKM

oleh

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kaltim menggelar diskusi untuk menju sukses menjalankan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan menghadirkan nara sumber sukses berusaha yang dimulai dari nol. <p style="text-align: justify;"><br />"Dalam diskusi ini kami memang sengaja menghadirkan sejumlah nara sumber yang berhasil menjalankan UMKM, padahal usaha mereka itu dimulai dari kenekatan dan keuletan," ujar Kepala BI Perwakilan Kalimantan Timur (Kaltim) Ameriza M Moesa usai membuka acara itu di Gedung BI Kaltim Jl Gajah Mada Samarinda, Kamis.<br /><br />Nara sumber pertama yang dihadirkan adalah Ahsin Hamami, pengusaha UMKM yang sukses mengelola berbagai usaha bidang pertanian, padahal usaha itu dimulainya dari menyewa lahan masyarakat dengan ditanami tomat.<br /><br />Nara sumber kedua adalah Hj Noor Hasanah yang juga memulai usahanya dari nol, tetapi kini Noor Hasanah sudah mampu mengembangkan sejumlah usaha, di antaranya makanan ringan khas Samarinda seperti amplang dan menjadi pelopor pendirian UKM Center.<br /><br />Menurut Ameriza, perkembangan UMKM memang berkaitan dengan perbankan dalam mengucurkan modal, tetapi permodalan dari bank bukan yang utama namun hanya sebagai pendorong.<br /><br />Suskses atau tidaknya pelaku usaha itu, katanya, faktor utama yang menjadi pendorong adalah motivasi diri dan keuletan pelakukanya, tanpa itu, apapaun usaha yang digelutinya pasti akan merugi.<br /><br />Dia justru mempertanyakan keseriusan pelaku UMKM yang baru memulai usahanya namun sudah meminta pinjaman dari bank, pasalnya banyak kasus pinjaman untuk UMKM yang macet karena pelakuknya tidak ulet dan tidak memiliki semangat usaha.<br /><br />"Anda bisa menilai sendiri, banyak pelaku usaha yang sukses justru modal dengkul dan tidak pernah meminjam modal bank, seperti pak Ahsin Hamami. Kemudian ada bank yang mengujungi tempat usaha Pak Ahsin dan menawarkan modal setelah melihat keseriusannya dalam menjalankan usahanya," ujar Ameriza kepada sejumlah wartawan yang mewawancarainya.<br /><br />Sementara dalam diskusi itu, Ahsin Hamami menuturkan tentang kisah perjuangannya berusaha dari nol hingga kini memiliki beberapa hektare lahan pertanian, puluhan ternak dan sejumlah keramba apung di lokasi kolam bekas tambang batu bara.<br /><br />Kisahnya diawali dari menyewa lahan 3.870 m2 dengan harga Rp5 juta per tahun. Uang untuk menyewa lahan itu berasal dari menjual dua sepeda motor hasil dia kerja di tambang batu bara. Usaha pertamanya tidak berjalan baik karena dia tidak berpengalaman bertani.<br /><br />Dari beberapa kegagalan yang dilami dan jatuh bangun itu, dia terus berusaha agar usahanya terus berjalan, bahkan berkembang. Berkat kegigihannya itu, kemudian dia berhasil dan terus melirik usaha lain bidang pertanian, seperti ternak sapi, perikanan, dan lainnya. <strong>(das/ant)</strong></p>