BI : Stok Beras Aman Hingga Empat Bulan

oleh

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) Wilayah Kalimantan, stok beras di Kalimantan Selatan masih aman hingga empat bulan ke depan, sehingga harga beras di pasaran hingga kini masih relatif terkendali. <p style="text-align: justify;"><br />Kepala BI Wilayah Kalimantan Harymurthy Gunawan di Banjarmasin, Senin mengungkapkan, hingga kini Kalimantan Selatan hampir tidak terpengaruh dengan kenaikan harga beras secara nasional, karena stok beras di daerah ini cukup aman.<br /><br />"Isu kekosongan dan melonjaknya harga beras di tingkat nasional di pastikan hanya berpengaruh sedikit di Kalimantan Selatan," katanya.<br /><br />Namun demikian, tambah dia, pihaknya bersama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kalsel, tetap melakukan berbagai antisipasi, untuk mengendalikan harga beras, sehingga tetap aman sampai kapanpun.<br /><br />Langkah-langkah yang dilakukan, antara lain operasi pasar beras kualitas medium, percepatan penyaluran raskin dan mendatangkan beras kualitas premium.<br /><br />Upaya tersebut dilakukan, selain untuk mengurangi risiko kenaikan harga beras, juga menahan laju inflasi akibat kenaikan harga beras ditingkat nasional.<br /><br />Menurut dia, laju inflasi bulan Februari 2015 di Kalsel tercatat 0,56 persen, sementara nasional 2,80 persen, akibat keterlambatan pembagian raskin di bulan November dan Desember 2014.<br /><br />Inflasi di Kalimantan Selatan tercatat 0,01 persen di bulan Februari 2015 atau turun dibanding sebelumnya.<br /><br />"Penurunan inflasi di Kalsel disebabkan turunnya beberapa komoditas," kata Hary.<br /><br />Beberapa komoditas yang mempengaruhi turunnya nilai inflasi di Kalsel, adalah turunnya harga BBM, cabai, bawang merah, telur, daging ayam dan ikan segar.<br /><br />Secara nasional, inflasi di bulan Februari mencapai 0,36 persen atau 6,29 persen dibanding tahun sebelumnya.<br /><br />Nilai inflasi sebesar 0,01 persen dipengaruhi beberapa komoditas diantaranya sepuluh komoditas tertinggi yaitu, mobil, tarif rumah sakit, pisang, sewa rumah, rokok kretek filter, wortel, sepeda motor, tarif listrik dan obat resep.<br /><br />Kenaikan jasa kesehatan, mobil, sepeda motor, sewa rumah dan tarif listrik dianggap masih berpengaruh tipis atas nilai inflasi Kalsel di bulan Februari 2015.<br /><br />Selain itu juga kondisi alam (banjir) di beberapa daerah sehingga mengakibatkan puncak panen mengalami kemunduran.<br /><br />Banjir tambah dia, sempat melanda beberapa daerah sentra produksi beras Kalsel, antara lain di Kabupaten Tanah Laut dan Banjar.<br /><br />Banjir tersebut, mengakibatkan musim tanam di daerah ini juga mundur, sehingga puncak musim panen padiyang seharusnya pada Maret ini diperkirakan mundur hingga Aprila atau Mei.<br /><br />Kendati puncak panen mundur, tambah dia, namun persedian, beras untuk penyaluran beras miskin Kalsel masih cukup hingga empat bulan.<br /><br />"Sehingga persediaan beras kita cukup aman, untuk memenuhi kebutuhan makan warga di daerah ini," katanya.<br /><br />Saat ini, Bulog telah menyalurkan raskin sebanyak 2500 ton per bulan. (das/ant)</p>