BI Temukan 43 Lembar Upal Selama Lebaran

oleh

Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Barat menemukan 43 lembar uang palsu yang beredar selama Lebaran di Kota Pontianak dan sekitarnya. <p style="text-align: justify;">"Berdasarkan pantauan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, selama bulan Agustus 2012 yang juga masuk dalam rangkaian Ramadhan dan Idul Fitri 1433 Hijriyah, kita menerima uang palsu yang dilaporkan ke BI sebanyak 43 lembar," kata Direktur Bank Indonesia perwakilan Kalimantan Barat, Hilman Tisnawan di Pontianak, Rabu.<br /><br />Berdasarkan denominasi, uang palsu yang dilaporkan adalah pecahan Rp100.000 sebanyak 27 lembar, sedangkan sisanya adalah pecahan Rp50.000. Dimana sebagian besar uang palsu tersebut dilaporkan oleh Perbankan. Hilman menjelaskan, peredaran uang palsu bisa terjadi saat transaksi jual-beli, misalnya saat berbelanja. Korbannya biasanya merupakan penduduk pinggiran kota, dimana masyarakat biasanya menjadi kurang teliti, saat transaksi jual beli berlangsung.<br /><br />"Ini sering terjadi di daerah pinggiran. Kalau di kota besar seperti kabupaten yang ada di Kalbar, khususnya wilayah perbatasan negara, karena toko-toko tidak memiliki alat scan uang," katanya.<br /><br />Hilman menyarankan, untuk menghindari peredaran uang palsu, salah satu cara yang cukup konvensional yang dapat dilakukan masyarakat yakni dengan melakukan 3D (dilihat, diraba dan diterawang) untuk mengetahui bentuk mata uang yang asli.<br /><br />Untuk menekan kasus peredaran uang palsu di tengah masyarakat, Hilman juga mengimbau agar masyarakat bisa berperan aktif memberantas uang palsu. Bila menemukan uang palsu segera laporkan ke aparat kepolisian.<br /><br />"Kalau masyarakat temukan sebaiknya beri ke petugas atau jangan diedarkan karena pengedarannya bisa semakin banyak. Dikhawatirkan ia dituduh pengedar upal," tuturnya.<br /><br />Dia menambahkan, salah satu tugas BI dalam bidang pengedaran uang adalah menyediakan uang yang layak edar dalam pecahan (denominasi) yang cukup untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.<br /><br />Dimana selama bulan Ramadhan 2012, jumlah uang yang diedarkan oleh KPwBI Provinsi Kalimantan Barat adalah sebanyak 30.132 ribu uang kertas dan 3.021 ribu keping uang logam, atau total senilai Rp1,19 Triliun.<br /><br />"Tiga denominasi yang paling banyak diedarkan adalah pecahan Rp50.000 atau 30,56 persen, Rp100.000 atau 20,98 persen, dan Rp2.000 atau 15,93 persen,"katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>