"Bio Security" Cegah Penyebaran Flu Burung

oleh

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu menerapkan tindakan "bio security" yakni menyemprot desinfektan dan pemusnahan terbatas terhadap unggas untuk mencegah penyebaran virus flu burung atau H5N1 di daerah itu. <p style="text-align: justify;">Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu menerapkan tindakan "bio security" yakni menyemprot desinfektan dan pemusnahan terbatas terhadap unggas untuk mencegah penyebaran virus flu burung atau H5N1 di daerah itu.<br /><br />"Kalau ada laporan unggas mati mendadak akan dilakukan pemusnahan terbatas dan penyemprotan desinfektan di lokasi kasus, ini disebut bio security untuk mencegah penyebaran flu burung," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu Irianto Abdullah di Bengkulu, Rabu.<br /><br />Tindakan ini dilakukan apabila tim Local Disease Control Center (LDCC) yang dibentuk Disnakwan di tiap kabupaten/kota menemukan unggas yang terjangkit virus tersebut.<br /><br />Kendala di lapangan, kata dia, pemilik unggas masih enggan merelakan pemusnahan ternak yang belum mati.<br /><br />"Padahal kalau unggas itu satu kandang dengan yang sudah mati akibat virus itu, otomatis akan tertular, jadi dalam satu kandang itu harus dimusnahkan," jelasnya.<br /><br />Ia mengimbau masyarakat pemilik unggas lebih waspada karena virus flu burung sudah mewabah, artinya seluruh daerah sudah terserang, meskipun belum menjangkiti manusia.<br /><br />Kepada masyarakat yang mengonsumsi ayam potong juga diminta untuk memasak dengan benar karena virus itu bisa mati dengan suhu di atas 60 sampai 80 derajat Celsius.<br /><br />Sementara itu Koordinator LDCC Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu Emran Kuswadi mengatakan, hingga saat ini tujuh dari 10 kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu dinyatakan siaga flu burung, terkait kasus 1.881 ayam kampung yang mati akibat virus H5N1 di daerah itu.<br /><br />"Tujuh kabupaten dan kota dinyatakan siaga karena virus ini sudah endemik di Bengkulu dan jangan sampai menular ke manusia," ujarnya.<br /><br />Tujuh kabupaten dan kota yang dinyatakan siaga flu burung yakni Kota Bengkulu, Kabupaten Seluma, Lebong, Bengkulu Tengah, Kepahiang, Kaur dan Rejang Lebong.<br /><br />Tiga kabupaten lainnya yakni Muko Muko, Bengkulu Utara dan Bengkulu Selatan meskipun belum ada laporan tentang unggas positif flu burung namun ratusan unggas dilaporkan mati mendadak.<br /><br />"Di Muko Muko dan Bengkulu Utara sudah ada laporan ratusan ayam kampung mati mendadak, tapi belum dilakukan tes, karena sampelnya sudah dimusnahkan," katanya.(Eka/Ant)</p>