Home / Tak Berkategori

"Bio Security" Cegah Penyebaran Flu Burung

- Jurnalis

Rabu, 30 Maret 2011 - 06:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu menerapkan tindakan "bio security" yakni menyemprot desinfektan dan pemusnahan terbatas terhadap unggas untuk mencegah penyebaran virus flu burung atau H5N1 di daerah itu. <p style="text-align: justify;">Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu menerapkan tindakan "bio security" yakni menyemprot desinfektan dan pemusnahan terbatas terhadap unggas untuk mencegah penyebaran virus flu burung atau H5N1 di daerah itu.<br /><br />"Kalau ada laporan unggas mati mendadak akan dilakukan pemusnahan terbatas dan penyemprotan desinfektan di lokasi kasus, ini disebut bio security untuk mencegah penyebaran flu burung," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu Irianto Abdullah di Bengkulu, Rabu.<br /><br />Tindakan ini dilakukan apabila tim Local Disease Control Center (LDCC) yang dibentuk Disnakwan di tiap kabupaten/kota menemukan unggas yang terjangkit virus tersebut.<br /><br />Kendala di lapangan, kata dia, pemilik unggas masih enggan merelakan pemusnahan ternak yang belum mati.<br /><br />"Padahal kalau unggas itu satu kandang dengan yang sudah mati akibat virus itu, otomatis akan tertular, jadi dalam satu kandang itu harus dimusnahkan," jelasnya.<br /><br />Ia mengimbau masyarakat pemilik unggas lebih waspada karena virus flu burung sudah mewabah, artinya seluruh daerah sudah terserang, meskipun belum menjangkiti manusia.<br /><br />Kepada masyarakat yang mengonsumsi ayam potong juga diminta untuk memasak dengan benar karena virus itu bisa mati dengan suhu di atas 60 sampai 80 derajat Celsius.<br /><br />Sementara itu Koordinator LDCC Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu Emran Kuswadi mengatakan, hingga saat ini tujuh dari 10 kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu dinyatakan siaga flu burung, terkait kasus 1.881 ayam kampung yang mati akibat virus H5N1 di daerah itu.<br /><br />"Tujuh kabupaten dan kota dinyatakan siaga karena virus ini sudah endemik di Bengkulu dan jangan sampai menular ke manusia," ujarnya.<br /><br />Tujuh kabupaten dan kota yang dinyatakan siaga flu burung yakni Kota Bengkulu, Kabupaten Seluma, Lebong, Bengkulu Tengah, Kepahiang, Kaur dan Rejang Lebong.<br /><br />Tiga kabupaten lainnya yakni Muko Muko, Bengkulu Utara dan Bengkulu Selatan meskipun belum ada laporan tentang unggas positif flu burung namun ratusan unggas dilaporkan mati mendadak.<br /><br />"Di Muko Muko dan Bengkulu Utara sudah ada laporan ratusan ayam kampung mati mendadak, tapi belum dilakukan tes, karena sampelnya sudah dimusnahkan," katanya.(Eka/Ant)</p>

Berita Terkait

Awal Tahun 2026 Bertemu Kepala OPD, Bupati Sintang Berikan Arahan
Desa Paal Raih Penghargaan Nasional Pemerintahan Desa 2025 dari Kemendagri
Pemkab Malinau Gelar Rapat Persiapan Pelaksanaan Peringatan Hari Otonomi Desa
Dari Singkawang ke Boyolali, Nyarumkup Ikut Lokakarya Desa Berprestasi
Pemdes Paal Bersama DPMD Melawi dan DPMD Kalbar Ikuti Lokakarya Desa Berprestasi di Boyolali
Tingkatkan Konektivitas, Pemprov Dorong AirAsia Buka Rute Penerbangan Tarakan-Tawau
Pemprov Kaltara Himbau PT. KIPI Serap Tenaga Kerja Lokal
Sekda Sintang Hadiri Sertijab Camat Binjai Hulu, Dorong Kades Buat Plang Nama Kampung

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:43 WIB

Awal Tahun 2026 Bertemu Kepala OPD, Bupati Sintang Berikan Arahan

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:21 WIB

Desa Paal Raih Penghargaan Nasional Pemerintahan Desa 2025 dari Kemendagri

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:06 WIB

Pemkab Malinau Gelar Rapat Persiapan Pelaksanaan Peringatan Hari Otonomi Desa

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:57 WIB

Dari Singkawang ke Boyolali, Nyarumkup Ikut Lokakarya Desa Berprestasi

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:24 WIB

Pemdes Paal Bersama DPMD Melawi dan DPMD Kalbar Ikuti Lokakarya Desa Berprestasi di Boyolali

Berita Terbaru