BKD Sediakan Tempat Pengaduan Pendaftaran CPNS

oleh
oleh

Sejumlah pelamar formasi CPNS yang sudah mendaftar secara online mulai melakukan verifikasi berkas di kantor BKD Melawi. <p style="text-align: justify;">Tak hanya melakukan verifikasi, BKD juga menyediakan meja khusus yang melayani pengaduan dari para pelamar yang mengalami kesulitan saat melakukan pendaftaran.<br /><br />Dari data yang masuk ke Panselnas CPNS hingga Senin (15/9) siang, setidaknya sudah ada 989 pelamar yang mendaftar khusus pada instansi Pemkab Melawi.  <br /><br />Jumlah ini sendiri masih akan terus bertambah mengingat pendaftaran secara online juga masih dibuka hingga sepekan kedepan. <br /><br />Kepala BKD Melawi, Syafaruddin saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin menuturkan, proses verifikasi pendaftaran akan dilakukan mulai tanggal 15 September hingga 23 September mendatang.<br /><br />“Jadi yang akan diverifikasi adalah ijasah, transkrip nilai, termasuk KTP. Pelamar harus datang langsung ke BKD, tak bisa diwakilkan,” katanya.<br /><br />Tidak banyak persyaratan yang diminta dalam verifikasi berkas, selain menyediakan ijasah dan transkrip asli dan fotocopiannya, pelamar juga harus menunjukkan print out bukti pendaftaran secara online. Sedangkan untuk persoalan akreditasi perguruan tinggi, Syafaruddin mengungkapkan hal tersebut tidak terlalu menjadi syarat utama.<br /><br />“Akreditasi C juga tidak masalah. Kita tetap terima. Biasanya kan di dalam ijasah juga sudah dicantumkan langsung akreditasi jurusan atau universitasnya. Kalau sudah verifikasi nanti baru bisa mendapatkan nomor tes,” katanya.<br /><br />Selain memverifikasi berkas para pelamar formasi CPNS Pemkab Melawi, BKD pun menyediakan ruang pengaduan bagi para calon pelamar yang mengalami kesulitan saat mendaftar secara online. Dipaparkan Syafaruddin, memang masih banyak pelamar yang gagal mendaftar karena berbagai persoalan.<br /><br />“Banyak yang mengeluh karena persoalan NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang tidak bisa digunakan, serta ada yang tidak bisa masuk atau login ke situs sscn.bkn.go.id,” katanya.<br />Untuk hal tersebut, BKD menyediakan meja khusus yang akan menampung berbagai keluhan para calon pelamar. Syafaruddin menuturkan, pihaknya nanti akan membawa persoalan tersebut ke pusat dan dibicarakan dengan panitia seleksi di Menpan.<br /><br />Sejumlah persoalan yang paling banyak dikeluhkan oleh para pelamar diantaranya kasus NIK yang dinyatakan tidak bisa digunakan saat akan mendaftar di situs panselnas.menpan.go.id untuk mendapatkan username dan password. <br /><br />Berikutnya ada juga kasus pelamar yang sudah mendapatkan username dan password, tapi tetap gagal login ke situs sscn.bkn.go.id sehingga tidak bisa melakukan pendaftaran formasi.<br /><br />“Bahkan ada yang salah mendaftar dengan memilih instansi kementerian seperti ada beberapa pelamar yang malah mendaftar ke kementerian pendidikan. <br /><br />Padahal sebenarnya ingin ke Pemkab Melawi karena mengira kalau formasi guru harus ke Kementerian Pendidikan. Nah ini yang susah, karena sudah tidak bisa dibatalkan. Tapi kita akan bawa hal ini ke pusat juga bagaimana untuk solusinya,” terang Syafaruddin.  <strong>(eko/kn)</strong></p>