Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Kalimantan Barat membidik perusahaan di antaranya dari sektor perkebunan untuk mendukung pelaksanaan program keluarga berencana dan penanganan masalah kependudukan. <p style="text-align: justify;">"Banyak perusahaan dengan tenaga kerja dalam jumlah banyak di Kalbar," kata Kepala BKKBN Kalbar Siti Fathonah, di Pontianak, Rabu (19/01/2011). <br /><br />Menurut dia, hal itu membuat perusahaan-perusahaan tersebut membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah berlimpah. <br /><br />Selain Kalbar, tenaga kerja tersebut berdatangan dari luar Kalbar seperti Jawa dan Sumatera. <br /><br />Ia mengatakan para tenaga kerja tersebut rata-rata masih usia produktif, sehingga kemungkinan menambah keturunan sangat besar. <br /><br />Siti Fathonah mengatakan hal itu menjadi perhatian BKKBN Kalbar karena kalau tidak diantisipasi dapat memicu terjadinya lonjakan penduduk. <br /><br />"Terutama di daerah-daerah yang banyak perkebunan dan perusahaan besar," kata Siti Fathonah. <br /><br />Ia menyebutkan peran swasta akan menjadi lebih besar dalam mendukung kegiatan tersebut. <br /><br />Sementara itu, Ketua Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Kalbar Yasmin Umar mengatakan, Kalbar harus mengantisipasi hal itu dan melihat Batam, Kepulauan Riau, sebagai contoh kasusnya. <br /><br />"Batam kini mengalami kelebihan populasi yang dapat mengancam kesetimbangan daya dukung lingkungan," kata Yasmin Umar. <br /><br />Batam, kata dia bahkan pernah menerapkan aturan jaminan bagi penduduk yang baru tiba dari luar daerah. <br /><br />"Ini jaminan agar mereka tidak terlantar," kata Yasmin Umar. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















