Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Kalimantan Barat akan memberi pelatihan bagi ratusan lurah dan kepala desa untuk program pembangunan kependudukan dan KB tahun ini. <p style="text-align: justify;"><br />"Ada 308 lurah dan kepala desa yang akan dilatih," kata Kepala BKKBN Perwakilan Kalbar, Dwi Listyawardani saat Rakerda Pembangunan Kependudukan dan KB Kalbar tahun 2012 di Pontianak, Jumat.<br /><br />Menurut dia, program pelatihan lurah dan kepala desa dilakukan secara nasional, dan bertahap mulai 2012 hingga 2014.<br /><br />"Targetnya, seluruh lurah dan kepala desa akan diberikan pelatihan tentang pembangunan kependudukan dan KB," ujar dia.<br /><br />Sedangkan untuk mendukung kekuatan di lapangan, terutama dalam penyediaan tenaga penyuluh lapangan KB, pihaknya meminta bantuan gubernur, bupati maupun wali kota.<br /><br />"Agar mengusulkan formasi penyuluh lapangan KB di tiap kabupaten dan kota, agar terwujud rasio ideal yakni 1 PLKB untuk dua desa," kata Dwi Listyawardani.<br /><br />Di Kalbar, lanjut dia, ada 1.894 kelurahan dan desa. Namun, ungkap dia, hanya tersedia 293 tenaga penyuluh KB sehingga rasio binaan di Kalbar satu penyuluh melayani tujuh desa.<br /><br />Deputi Pelatihan dan Pengembangan BKKBN Pusat, Kasmiyati mengatakan, secara nasional rata-rata satu penyuluh lapangan KB melayani empat desa.<br /><br />Sementara jumlah penyuluh lapangan KB, sebelum tahun 2003 tercatat sebanyak 35 ribu orang. "Setelah tahun 2003 turun jadi 19 ribu orang. Sekarang, sekitar 22 ribu orang penyuluh lapangan KB," ujar Kasmiyati.<br /><br />BKKBN Pusat, kata dia, meminta daerah untuk mengajukan formasi penyuluh lapangan KB ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.<br /><br />"BKKBN akan membantu advokasi ke kementerian terkait agar terakomodir," kata Kasmiyati.<br /><br />Ia melanjutkan, tanpa penyuluh lapangan KB dan penyuluh KB, program pembangunan kependudukan dan KB tidak akan terbina dengan baik.<br /><br />Wagub Kalbar, Christiandy Sanjaya saat membuka rakerda mengajak komitmen semua pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan kependudukan dan KB.<br /><br />"Sinergi semua pihak menjadi salah satu kunci suksesnya program tersebut," kata Christiandy Sanjaya yang mewakili Gubernur Cornelis.<br /><br />Ia menambahkan, pengelolaan pembangunan kependudukan dan KB juga perlu memperhatikan kearifan lokal.<br /><br />"Sinergikan pula program pembangunan kependudukan dan KB dengan pembangunan lainnya hingga tingkat desa," ujar dia.<br /><br />Pelayanan KB untuk keluarga pra sejahtera juga didorong melalui program jaminan kesehatan yang disediakan pemerintah. "Serta kabupaten dan kota perlu mengalokasikan dana untuk mendukung pembangunan kependudukan dan KB," kata Christiandi Sanjaya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















