BKKBN Kalbar Perkuat Layanan Di Daerah Tertinggal

oleh

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Kalimantan Barat akan terus memperkuat pelayanan di daerah tertinggal, terpencil dan perbatasan. <p style="text-align: justify;">"Dalam waktu dekat, rencananya akan dilakukan lagi kunjungan ke daerah terpencil, tertinggal dan perbatasan untuk melihat secara langsung kondisi terakhir," kata Kepala BKKBN Kalbar Siti Fathonah di Pontianak, Rabu.<br /><br />Menurut Siti Fathonah, daerah perbatasan, tertinggal dan terpencil tetap harus mendapat perhatian dalam pelayanan KB.<br /><br />"Meski jumlah penduduknya relatif sedikit, bukan berarti mereka tidak berhak mendapat pelayanan tersebut," kata dia.<br /><br />Ia menambahkan, masalah kependudukan harus ditangani sejak dini karena kalau dibiarkan akan memicu persoalan lain.<br /><br />Ia mencontohkan kondisi Kota Jakarta saat ini karena tidak ditata dengan tegas sejak awal termasuk mengenai kependudukan.<br /><br />Beberapa waktu lalu BKKBN Kalbar mengadakan perjalanan menyusuri Sungai Kapuas selama 10 hari menggunakan kapal bandong untuk mengetahui pelayanan KB di pesisir sungai sungai terpanjang di Indonesia itu.<br /><br />Salah satu hasilnya adalah banyak masyarakat yang kurang mendapat informasi menyeluruh mengenai program KB.<br /><br />"Selain itu, mereka juga kurang mendapat pelayanan KB," kata dia.<br /><br />Kepala BKKBN Pusat Sugiri Syarief juga menetapkan Kalbar sebagai pionir dalam program pelayanan KB di daerah terpencil, tertinggal dan perbatasan.<br /><br />Siti Fathonah mengatakan, ada tiga provinsi yang menjadi prioritas dalam pelayanan KB di daerah terpencil, tertinggal dan perbatasan.<br /><br />"Kalbar, Kepulauan Riau dan Nusa Tenggara Timur," kata Siti Fathonah.<br /><br />Ia menargetkan dalam satu tahun akan dua kali melakukan perjalanan serupa menuju daerah terpencil, tertinggal dan perbatasan. <strong>(phs/Ant)</strong></p>