BKKBN Kalbar : Peserta Tubektomi Lampaui Target

oleh

Perwakilan Kepala Badan Kependudukan dan KB Nasional Provinsi Kalimantan Barat, Dwi Listyawardani mengatakan, pencapaian tubektomi atau medis operasi wanita di provinsi itu telah melampaui target yang ditetapkan pada awal tahun. <p style="text-align: justify;">"Kalbar targetnya sepanjang tahun ini 1.400 peserta tubektomi. Tapi hingga September, angkanya sudah 1.507 peserta," kata Dwi Listyawardani saat serah terima alat "laparascopy" dari BKKBN Pusat ke RSUD dr Soedarso di Pontianak, Jumat.<br /><br />Menurut dia, saat ini permintaan untuk tubektomi terus meningkat. Selain upaya advokasi terus menerus ke masyarakat, juga kini tubektomi lebih disukai oleh masyarakat dibanding metode kontrasepsi jangka panjang lainnya.<br /><br />"Dan kita tidak mungkin menolak permintaan masyarakat yang ingin mengikuti tubektomi karena ini bagian dari program kita," ujar Dwi Listyawardani.<br /><br />Ibu-ibu, kata dia, juga ingin menggunakan metode kontrasepsi yang sifatnya sekali pemakaian, namun fungsinya terus menerus seperti tubektomi itu.<br /><br />Sedangkan untuk medis operasi pria atau vasektomi, meski masih rendah penggunanya namun minat masyarakat terus meningkat.<br /><br />"Minatnya cukup tinggi dan terus meningkat jumlahnya," kata Dwi Listyawardani.<br /><br />Ia berharap, semua rumah sakit daerah di Kalbar mempunyai alat laparascopy kedepannya untuk mengantisipasi terus meningkatnya permintaan tubektomi.<br /><br />Laparascopy merupakan alat kedokteran untuk pelaksanaan tubektomi. RSUD dr Soedarso mendapatkan alat tersebut dengan pertimbangan mempunyai jasa yang sangat besar dalam mendukung program metode kontrasepsi jangka panjang khususnya tubektomi.<br /><br />Dwi Listyawardani mengakui, tanpa dukungan RSUD dr Soedarso, sulit untuk mencapai target MKJP khususnya tubektomi.<strong> (phs/Ant)</strong></p>