Home / Tak Berkategori

BKKBN Kalbar Siapkan Insentif Bagi Perekrut MKJP

- Jurnalis

Kamis, 8 Maret 2012 - 10:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Perwakilan Kalimantan Barat akan menyiapkan insentif bagi penggerak program yang berhasil merekrut akseptor untuk menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). <p style="text-align: justify;">"Ada dana untuk melayani yakni jasa pelayanan dan dana pergerakan. Nah, yang dimanfaatkan, dana pergerakan," ujar Kepala BKKBN Perwakilan Kalbar, Dwi Listyawardani saat Pra Rakerda Pembangunan Kependudukan dan KB Tahun 2012 di Pontianak, Kamis.<br /><br />Ia mengungkapkan, untuk vasektomi atau tubektomi, dana pergerakan itu berkisar antara Rp100 ribu sampai Rp150 ribu per akseptor. Sedangkan untuk IUD atau implant, sekitar Rp30ribu.<br /><br />Menurut Dwi Listyawardani, sejumlah daerah sudah menerapkan hal itu. "Misalnya di Situbondo, Jawa Timur," ujar dia.<br /><br />Ia menambahkan, adanya dana pergerakan itu salah satunya untuk mendorong peningkatan partisipasi pengguna metode kontrasepsi jangka panjang tersebut.<br /><br />Pra rakerda itu bertujuan melakukan evaluasi pencapaian sasaran program dan anggaran tahun 2011 serta menyusun kebijakan, strategi dan langkah operasional pencapaian sasaran dan rencana kerja tahun 2012.<br /><br />Selain pra rakerda, akan dilaksanakan rakerda yang dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalbar dengan bupati/wali kota se-Kalbar di Pontianak, Jumat (9/3).<br /><br />Kemudian, penandatanganan nota kesepahaman dengan Kakanwil Kementerian Agama Kalbar, Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar.<br /><br />Di dalam Rencana Kerja Pemerintah tahun 2012 secara nasional, target di bidang KB adalah meningkatkan peserta KB baru 179.340 dan KB aktif menjadi 28,2 juta pasangan usia subur.<br /><br />Meningkatnya kualitas dan jangkauan pelayanan KB melalui 23.500 klinik pemerintah dan swasta.<br /><br />Sedangkan untuk Kalbar, meningkatkan peserta KB baru menjadi 157.510 dan KB aktif menjadi 512.480 pasangan usia subur. "Juga meningkatnya kualitas dan jangkauan layanan KB melalui 379 klinik pemerintah dan swasta," kata Dwi Listyawardani. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Pemkab Sintang Dukung Kelancaran Seluruh Kegiatan Imlek dan Cap Go Meh
Tak Hanya Tangkap Pelanggar, Polisi Melawi Kini Tebar Ribuan Ikan untuk Ketahanan Pangan
Wabup Barito Utara Buka Musrenbang Tahun 2027 di Kecamatan Teweh Baru
Dukung Laporan Keuangan yang Transparan dan Akuntabel, Seluruh Pejabat Perangkat Daerah Diminta Tidak Dinas Luar Selama Pemeriksaan BPK
IPM Masih Tertahan, Lingkungan Tergerus: Program METAL Disiapkan Jadi Jalan Baru Pembangunan Melawi
108 Pengendara Ditilang, Polres Melawi Akui Penertiban Knalpot Brong Belum Maksimal
Pemkab Sintang Akan Data Orang Miskin, Lengkap Dengan Nama dan Alamatnya
Wabup Sintang Hadiri Musrenbang Dapil 3 di SMKN 1 Sintang

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 13:39 WIB

Pemkab Sintang Dukung Kelancaran Seluruh Kegiatan Imlek dan Cap Go Meh

Rabu, 11 Februari 2026 - 11:14 WIB

Tak Hanya Tangkap Pelanggar, Polisi Melawi Kini Tebar Ribuan Ikan untuk Ketahanan Pangan

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:38 WIB

Wabup Barito Utara Buka Musrenbang Tahun 2027 di Kecamatan Teweh Baru

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:29 WIB

Dukung Laporan Keuangan yang Transparan dan Akuntabel, Seluruh Pejabat Perangkat Daerah Diminta Tidak Dinas Luar Selama Pemeriksaan BPK

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:38 WIB

IPM Masih Tertahan, Lingkungan Tergerus: Program METAL Disiapkan Jadi Jalan Baru Pembangunan Melawi

Berita Terbaru