BKKBN Kalbar Siapkan Pelayanan Gratis Pertasi Kencana

oleh

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Perwakilan Kalimantan Barat menyiapkan program pelayanan KB secara gratis saat Hari Pertanian Koperasi dan Keluarga Berencana dan Hari Keluarga Tahun 2012 yang dipusatkan di Kabupaten Bengkayang. <p style="text-align: justify;">"Program kegiatan lain yang sasarannya adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat serta melaksanakan kegiatan advokasi komunikasi, informasi, edukasi program kependudukan dan KB," kata Kepala BKKBN Perwakilan Kalbar, Dwi Listyawardani setelah rapat persiapan Pertasi Kencana dan Hari Keluarga Tahun 2012 Provinsi Kalbar, di Pontianak, Jumat.<br /><br />Ia menambahkan, keikutsertaan BKKBN Perwakilan Kalbar dalam peringatan Hari Pertasi Kencana tahun ini juga diarahkan untuk kembali memperkuat peran dan fungsi lembaga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.<br /><br />Ia melanjutkan, BKKBN Perwakilan Kalbar ingin masyarakat menyadari bahwa program KB sangat penting bagi upaya mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera.<br /><br />Salah satu upaya untuk mengingat kembali arti pentingnya program KB, BKKBN Perwakilan Kalbar bersama satuan kerja perangkat daerah terkait se-Kalbar akan menggerakkan seluruh mobil unit penerangan KB.<br /><br />"Mobil tersebut akan digunakan untuk memutar film di 10 lokasi yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkayang, serta menyebarkan leaflet dan buklet di sepanjang jalur yang dilalui ‘Road Show Mobil Unit Penerangan Kencana Khatulistiwa Pontianak – Bengkayang Tahun 2012’," kata dia.<br /><br />Selain diikuti seluruh mobil unit penerangan, juga sejumlah mobil VW binaan Dit Binmas Polda Kalbar, IMI Kalbar, yang startnya akan dilepas Kapolda Kalbar, Brigjen Polisi Unggung Cahyono.<br /><br />Mengenai masalah kependudukan dan program KB di Kalbar, ia mengakui masih dihadapkan dalam kondisi cukup memprihatinkan.<br /><br />Diantaranya angka kelahiran total masih berada di kisaran 2,6 dengan disparitas tinggi. Kemudian, jumlah penduduk menurut hasil Sensus Penduduk 2010 sebanyak 4,3 juta jiwa; lebih tinggi dari proyeksi.<br /><br />Laju pertumbuhan penduduk 1,6 persen. Sementara kesertaan ber-KB sebanyak 70 persen didominasi pengguna pil dan suntikan yang tingkat kegagalannya cukup tinggi.<br /><br />"Pengguna kontrasepsi juga masih didominasi perempuan yang menandakan masih rendahnya penerapan keadilan dan kesetaraan gender," ujar dia.<br /><br />Tingkat "unmeet need" sekitar 8,6 persen. Menurut Dwi Listyawardani, tingginya angka itu memberi kontribusi cukup besar terhadap angka kematian ibu yang saat ini berada di 443 per 100 ribu kelahiran. Masalah lain yang perlu kontribusi semua pihak adalah angka Indeks Pembangunan Manusia yang ada di urutan 29 dari 33 provinsi di Indonesia. <strong>(phs/Ant)</strong></p>