BKKBN Kalsel Tingkatkan Kegiatan Pendewasaan Usia Perkawinan

oleh

Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Selatan akan lebih menekankan kegiatan pada program pendewasaan usia perkawinan. <p style="text-align: justify;">Menurut Kepala Perwakilan BKKBN setempat, Endang Moerniati di Banjarmasin, Selasa, hal tersebut dilakukan dalam upaya menekan angka pernikahan dini.<br /><br />"Upaya penekanan angka pernikahan dini harus dilakukan, mengingat saat ini Kalsel merupakan provinsi dengan angka perkawinan dini tertinggi di Indonesia," ujarnya.<br /><br />Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Perwakilan BKKBN Kalsel akan mengoptimalkan fungsi dan peran Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Reproduksi Remaja.<br /><br />2014 ini, katanya, jumlah PIK Reproduksi Remaja akan diperbanyak sebarannya hingga meliputi seluruh kecamatan di Kalsel.<br /><br />"PIK Reproduksi Remaja mutlak ada di tiap kecamatan. Selain itu juga di sekolah-sekolah hingga tingkat perguruan tinggi, agar upaya penyuluhan dapat dilakukan maksimal," katanya.<br /><br />Selain itu, tambahnya, juga akan dioptimalkan peran Tim Keluarga Berencana Keliling (TKBK) untuk memberikan penerangan dan penyuluhan kepada masyarakat yang tidak terjangkau pusat pelayanan KB.<br /><br />"Khususnya masyarakat yang berada di perbatasan, daerah-daerah terpencil dan yang berada di kawasan perkebunan serta pertambangan," tambahnya.<br /><br />Berdasarkan hasil survey diketahui 60 persen remaja di Indonesia lebih senang curhat dan bercerita tentang masalah mereka dengan teman.<br /><br />Karena itulah, Perwakilan BKKBN Kalsel akan mengupayakan dapat meningkatkan peran Bina Keluarga agar para remaja dapat lebih terbuka dengan orang tuanya dan sebaliknya, para orang tua dapat lebih memahami dunia remaja.<br /><br />Diharapkan, melalui pelaksanaan program tersebut akan dapat menekan angka pernikahan dini di wilayah Kalsel. <strong>(das/ant)</strong></p>