BKKBN Kaltim Bantu Alat Laparoscopy

oleh
oleh

Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur memberikan bantuan kepada Rumah Sakit Islam Samarinda berupa satu unit peralatan bedah Laparoscopy <p style="text-align: justify;"><br />"Pemberian alat laparoscopy ini untuk mendukung program KB melalui peningkatan peran rumah sakit yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya peningkatan kesehatan ibu dan pelayanan KB terutama pelayanan KB MOW (Metode Operasi Wanita)," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim, Jufri Yasin, Rabu (28/12).<br /><br />Ia mengatakan berdasarkan hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) angka kelahiran total (Total Fertelity Rate /TFR) secara nasional cenderung menurun dari 2,4 menjadi 2,3 anak per perempuan usia reproduksi. Meskipun TFR mengalami penurunan, namun belum mencapai sasaran ideal yaitu 2,1.<br /><br />Selain itu angka unmet need atau pasangan usia subur yang ingin menunda punya anak atau tidak menginginkan anak lagi, namun tidak terlayani untuk ber KB juga mengalami peningkatan dari 8,6 peren menjadi 9,1 persen.<br /><br />Dikatakannya oleh karena itu, program KB Nasional diarahkan pada pengendalian tingkat kelahiran dengan memaksimalkan akses dan kualitas pelayanan KB. Upaya-upaya yang dilakukan di antaranya melakukan kerjasama dengan mitra kerja baik pemerintah maupun swasta.<br /><br />Jufri Yasin menjelaskan salah satunya adalah memberikan bantuan alat laparoscopy terhadap beberapa rumah sakit di Kaltim. Sebelumnya telah diberikan kepada rumah sakit bersalin Aisyiah Samarinda dan rumah sakit TNI Balikpapan dan yang ke tiga diberikan kepada rumah sakit Islam Samarinda.<br /><br />Dikemukakan bahwa BKKBN telah melakukan berbagai kebijakan untuk meningkatkan peran rumah sakit dalam pelayanan KB berkualitas,contohnya memberikan pelatihan medis tehnis MOW kepada para bidan. Kemudian memberikan pelatihan dengan alat bantu pengembilan keputusan (ABPK).<br /><br />Sementara itu, Wali Kota Samarinda, Syaharie Ja?ang dalam sambutannya mengatakan memberikan apreseasi tinggi terhadap BKKBN yang memberikan alat laparoscopy kepada pihak rumah sakit Islam Samarinda.<br /><br />"Hal itu sangat membantu pihak rumah sakit dalam memberikan pelayanan KB kepada masyarakat," katanya.<br /><br />Dikatakannya bahwa di Kota Samarinda pertambahan penduduk, angka kematian ibu dan anak cukup tinggi. Pertumbuhan penduduk yakni sekitar 3,7 persen, namun pertambahan penduduk itu, bukan diakibatkan tingginya kelahiran tetapi oleh migrasi.<br /><br />"Diharapkan BKKBN juga dapat membantu alat laparoscopy kepada Rumah Sakit Abdul Moeis milik Pemerintah Kota Samarinda," kata Syaharie Ja’ang. <strong>(phs/Ant)</strong></p>