BKKBN : Permasalahan Remaja Semakin Diperhatikan Secara Luas

oleh

Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat Mustar mengatakan, permasalahan remaja dalam dua tahun belakangan ini mulai mendapatkan perhatian khusus baik di tingkat lokal maupun global. <p style="text-align: justify;">Menurut Mustar saat dihubungi di Pontianak, Selasa, permasalahan yang dialami remaja kini sudah sangat luar biasa. "Ada kasus-kasus yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya, tak terkecuali di daerah dan pedalaman, terjadi," ujar dia.<br /><br />Ia melanjutkan, untuk itu dibutuhkan kerja sama semua pihak terutama orang tua. "Termasuk para pengambil kebijakan, serta para pelaku organisasi yang berkecimpung di dunia remaja," kata dia.<br /><br />Mustar menambahkan, berdasarkan penelitian untuk tingkat pemantauan orang tua yang cukup tinggi terhadap anaknya menunjukkan perilaku berisiko rendah.<br /><br />"Kita akan meningkatkan peran orang tua terhadap remaja, juga meningkatkan pengetahuan masa subur tak hanya kepada remaja tetapi juga orang tua," ujar Mustar. Ia mengingatkan, kalau orang tuanya lengah sedikit akan menimbulkan risiko yang tidak diinginkan.<br /><br />Selain itu, katanya, juga harus meningkatkan pemahaman mengenai teman sebaya karena sesama teman sebaya sulit untuk berkata "tidak".<br /><br />Terkait hal itu, para remaja ini harus mampu berkata "tidak" untuk narkoba, perilaku seksual bebas dan HIV/ AIDS.<br /><br />"Dan ini harus dilakukan secara terus menerus, berkelanjutan," katanya menegaskan.<br /><br />Peneliti dari Ikatan Peminat Demografi Indonesia (Ipadi) Provinsi Kalimantan Barat mencatat persentase remaja yang sudah pernah melahirkan dan sedang mengandung anak pertama di Kalbar mencapai 22,9 persen.<br /><br />"Jadi, remaja di provinsi itu sudah mengalami pendewasaan sebelum waktunya, bahkan angkanya sangat jauh di atas persentase fertilitas remaja nasional, yakni kisaran 9,5 persen," kata anggota Ipadi Provinsi Kalbar M Taufik SKM MKM di Pontianak, Senin.<br /><br />Pada tahun 2002, persentasenya masih 9,3 persen, namun tahun 2012 sudah naik menjadi 22,9 persen. <strong>(das/ant)</strong></p>