BKSDA: Tekanan Udara Rendah Sebabkan Asap Terkumpul

oleh

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Sustyo Iriyono menyatakan tekanan udara di Kota Pontianak saat ini cukup rendah, sehingga asap terakumulasi di kota itu. <p style="text-align: justify;">"Meski saat ini titik api tidak ada di kawasan Kota Pontianak, tetapi asap malah terkumpul di Pontianak akibat tekanan udara yang rendah tersebut," kata Sustyo Iriyono di Pontianak, Selasa.<br /><br />Ia mengimbau kepada masyarakat Kalbar agar tidak melakukan kegiatan pembakaran lahan dan hutan.<br /><br />Selain itu, menurut dia, pihaknya dan instansi terkait terus melakukan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembersihan lahannya dengan cara dibakar dalam mengurangi asap akibat pembakaran lahan dan hutan di Kalbar.<br /><br />Sebelumnya, Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak Dina, Senin (24/8) mengatakan hingga hari ini jumlah titik api di Kalimantan Barat terus bertambah dengan total 123 titik.<br /><br />"Untuk jumlah titik api memang terus mengalami penambahan dimana hingga hari ini, berdasarkan pantauan satelit Citra Modis, jumlah titik api mencapai 123 titik tersebar di beberapa daerah di Kalbar," katanya.<br /><br />Dia menjelaskan, titik api terbanyak berada di Kabupaten Ketapang, dengan jumlah 96 titik api, kemudian di daerah Melawi sebanyak tujuh titik, Sintang enam titik, Sambas dan Kapuas Hulu masing-masing empat titik, Sanggau tiga, Bengkayang dua dan Sekadau satu titik api.<br /><br />Untuk jarak pandang pada malam hari mencapai tiga sampai lima Kilometer dan pada pagi hari mencapai 1,5 Kilometer.<br /><br />"Jarak pandang itu memang masih aman untuk transportasi penerbangan. Namun, jika titik api terus bertambah, kemungkinan besar dalam beberapa hari ke depan, jarak pandang akan semakin menurun, terutama pada pagi dan malam hari," tuturnya.<br /><br />Terkait hal itu, dia mengimbau kepada masyarakat Kalbar agar tidak melakukan pembakaran lahan, karena akan berpengaruh buruk pada kualitas udara dan dapat mengganggu transportasi penerbangan.<br /><br />"Sedangkan untuk potensi hujan dalam tiga hari ke depan masih tidak ada. Kalaupun ada hujannya dimulai dari Kalbar bagian Utara, namun potensinya masih kecil," kata Dina. (das/ant)</p>