BKSDA-YIARI Selamatkan Dua Orangutan Di Ketapang

oleh

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Ketapang dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia, menyelamatkan dua orangutan saat berada di kebun karet warga di Dusun Pelansi Desa Kuala Satong, Kabupaten Ketapang. <p style="text-align: justify;">"Penyelamatan kedua orangutan tersebut berawal dari laporan masyarakat setempat yang melihat satu orangutan yang berusia sekitar tujuh tahun berada dalam kebun karet warga, Selasa (22/9) dan saat orangutan tersebut akan turun ke sumur untuk mencari air," kata Kepala BKSDA SKW 1 Ketapang, Junaidi dalam keterangan tertulisnya kepada Antara di Pontianak, Selasa.<br /><br />Sementara, warga tersebut juga akan mengambil air di sumur yang sama. Hutan sekitarnya terbakar sehingga satwa tersebut kesulitan untuk kembali ke hutan, dan jarak hutan yang menjadi habitatnya sekitar 700 meter dari kebun warga, kata Junaidi.<br /><br />"Setelah mendapat laporan itu, kami (tim gabungan) mengamati perilaku satwa hingga siang hari, sekitar pukul 13.17 WIB, kemudian induknya yang berumur sekitar 30 tahun datang mendekati anaknya, sehingga di lokasi yang sama ada dua orangutan," ungkapnya.<br /><br />Setelah selesai, melakukan pengamatan, kemudian tim dari YIARI mendatangi kantor BKSDA Ketapang untuk memutuskan strategi translokasi, yang akhirnya diputuskan, rescue dilakukan oleh tim gabungan esok harinya tanggal 23 September 2015 pada pukul 04.00 WIB menuju lokasi ditemukannya orangutan tersebut.<br /><br />Tim rescue terdiri dari staf BKSDA SKW 1 Ketapang untuk membuat berita acara translokasi, kemudian dokter hewan yaitu Dr Karmele dan Dr Ayu dan tenaga bantu lapangan dari IARI.<br /><br />"Lokasi translokasi di areal konservasi PT Kayong Agro Lestari setelah mendapat persetujuan mereka (PT Kayong Agro Lestari)," katanya.<br /><br />Kedua orangutan itu akhirnya berhasil diselamatkan dengan dibius pada pagi hari dan setelah pengecekan kesehatan oleh dokter kemudian di translokasi ke areal konservasi PT Kayong Agro Lestari yang masih satu bentang alam dengan lokasi kejadian, kata Junaidi. (das/ant)</p>