BLH: Udara Singkawang Masuk Kategori Berbahaya

oleh

Kepala Sub Bidang Pengawasan, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Singkawang, Eddy Haryanto mengatakan, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kota Singkawang masuk kategori berbahaya. <p style="text-align: justify;">Salah satu paramaternya, kadar Karbon Monoksida (CO2) mencapai 614,521 part per million (ppm), dengan jarak pandang (visibility) sekitar 100 meter.<br /><br />"Kadar Karbon Monoksida 300 ppm lebih itu sudah masuk kategori berbahaya," kata Eddy di Singkawang, Selasa.<br /><br />Diketahui, kadar CO2 tersebut berdasarkan pengukuran menggunakan alat 7 Channel Air Quality Monitor yang dipasang di halaman BLH Kota Singkawang.<br /><br />"Pemantauan setiap hari kita lakukan selama delapan jam. Kadarnya berfluktuatif, kategori berbahaya itu lebih sering pada pukul 10.00 ke atas," kata Eddy.<br /><br />Dia mengungkapkan, 7 Channel Air Quality Monitor itu hanya mengukur kadar CO2 di udara. CO2 tersebut merupakan salah satu parameter ISPU.<br /><br />Parameter lainnya terdiri atas Partikulat (PM10), Sulfur Dioksida (SO2), Nitrogen Dioksida (NO2) dan Ozon (O3).<br /><br />"Agar dapat mengukur kadar seluruh parameter ISPU tersebut, dibutuhkan alat lainnya. Harganya lebih mahal, kita tidak mempunyai alat tersebut, jadi kita hanya menggunakan satu parameter yakni kadar CO2," paparnya.<br /><br />Terkait kondisi udara itu, pemerintah kota Singkawang mulai Selasa kembali meliburkan siswa TK hingga SMA di seluruh sekolah kota itu.<br /><br />Setelah bencana kabut asap berlalu, sekolah diminta untuk mengejar ketertinggalan jam belajar mengajar, sebagai akibat dari libur ini.(das/ant)</p>