BMKG: Cuaca Ekstrem Tidak Berpengaruh Di Kalbar

oleh

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Bandara Supadio Pontianak mengungkapkan, cuaca ekstrem akibat badai di Samudra Hindia dan Australia yang berdampak pada beberapa wilayah di Indonesia tidak berpengaruh pada cuaca dan ketinggian gelombang di Kalimantan Barat. <p style="text-align: justify;">"Cuaca di Kalimantan Barat masih normal.Untuk suhu yang panas pada hari ini dan beberapa hari lalu juga masih normal, berkisar antara 30 hingga 33 derajat celsius," kata Kepala Divisi Informasi dan Komunikasi BMKG Supadio Pontianak, Sri Ningsih di Sungai Raya, Senin.<br /><br />Dia mengatakan, cuaca ekstrem yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia diakibatkan oleh badai yang terjadi di Australia, sehingga berdampak pada timbulnya angin yang cukup kencang dan gelombang yang tinggi di Indonesia bagian Selatan seperti, Jawa dan Bali.<br /><br />Namun hal tersebut tidak berdampak pada Kalimantan Barat, karena dilindungi oleh pulau-pulau yang ada di bawahnya.<br /><br />Posisi geografis pulau Kalimantan yang diapit pulau-pulau lainnya di Indonesia memberikan keuntungan tersendiri bagi masyarakat Kalbar, karena jika ada cuaca atau badai ekstrem yang terjadi di samudra yang mengapit Indonesia, Kalimantan jarang terkena imbasnya.<br /><br />"Kalaupun terkena imbas, tidak akan berpengaruh besar. Hanya saja, karena Kalimantan Barat berada di daerah ekuatorial, sehingga cuaca yang ada sulit untuk dideteksi, paling yang ada hanya banjir atau angin kencang tapi untuk saat ini itu tidak akan terjadi," tuturnya.<br /><br />Sementara itu, Prakirawan BMKG Maritim Kelas II Pontianak, Prada Weliantama mengatakan, badai Matahari tersebut juga tidak berpengaruh pada ketinggian gelombang di beberapa wilayah perairan di Kalbar.<br /><br />"Namun, untuk badai yang terjadi di Australia berpengaruh pada ketinggian gelombang di wilayah perairan Utara Kalbar seperti Wilayah Perairan Kepulauan dan Laut Natuna serta Kepulauan Anambas dengan ketinggian gelombang dua hingga tiga meter," katanya.<br /><br />Untuk itu dia mengimbau agar masyarakat nelayan yang akan melaut di wilayah perairan utara Kalbar untuk berhati-hati. Karena ketinggian gelombang di sana masih sulit untuk diprediksikan.<br /><br />"Meski demikian, untuk wilayah perairan lainnya hanya di bawah dua meter, dan akan terus turun hingga empat hari ke depan," kata Prada.<br /><br />Di sisi lain, badai matahari yang terjadi sejak pada tanggal 23 Januari lalu yang menyebabkan gangguan pada satelit juga masih belum berpengaruh pada penerbangan di Bandara Supadio.<br /><br />"Bandara Supadio sudah menggunakan teknologi satelit dengan frekuensi tinggi, sehingga sampai saat ini badai matahari tersebut tidak berpengaruh pada penerbangan," kata Kepala Divisi Operasi PT. Angkasa Pura II cabang Bandara Supadio Pontianak, Syarif Usmulyani.<br /><br />Dia memaparkan, jika terjadi gangguan pada satelit dan sistem navigasi bandara, PT. Angkasa Pura memiliki jaringan dengan satelit penerbangan dari bandara lainnya baik skala regional maupun internasional.<br /><br />"Yang jelas, penerbangan kita sampai saat ini masih lancar-lancar saja jadi masyarakat tidak perlu khawatir," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>