BMKG: "Hotspot" Di Kaltim Sebanyak 239 Titik

oleh

Citra Satelit Terra Aqua Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) per 26 Oktober 2015, mendeteksi 239 "hotspot" atau titik panas di Wilayah Kalimantan Timur. <p style="text-align: justify;">"Hari ini (Senin) citra Satelit Terra Aqua BMKG mendeteksi 239 titik panas yang tersebar di delapan kabupaten/kota di Kaltim," ungkap Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Temindung, saat dihubungi di Samarinda, Senin.<br /><br />Terbanyak kata Sutrisno, terdeteksi di Kabupaten Paser dengan 63 titik panas, kemudian sebanyak 59 titik panas terpantau di Kabupaten Kutai Kartanegara, di Kabupaten Kutai Barat 50 titik panas serta 24 titik panas di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.<br /><br />Sebanyak 22 titik panas, lanjut Sutrisno, juga terdeteksi di Kabupaten Kutai Timur, 16 titik panas di Kabupaten Mahakam Ulu, empat di Kota Balikpapan serta satu titik panas di Kabupaten Berau.<br /><br />Jumlah titik panas di wilayah Kaltim tersebut, kata Sutrisno, tidak berdampak dengan hujan yang berlangsung pada Senin dinihari.<br /><br />Pada Senin dinihari, mulai pukul 03.50 Wita hingga 05.00 Wita, lanjut Sutrisno, wilayah Samarinda dan sekitarnya, sempat diguyur hujan yang cukup lebat diserta angin kencang dengan curah hujan berkisar 13,8 milimeter.<br /><br />"Pada Minggu (25/10) sore, sebanyak 88 titik panas terdeteksi di wilayah Kaltim kemudian pada Senin meningkat signifikan menjadi 239 titik panas," katanya.<br /><br />"Jadi, walaupun sempat terjadi hujan di wilayah Kota Samarinda pada Senin dinihari hingga subuh, namun hal itu tidak berdampak pada jumlah titik panas di Kaltim," ujar Sutrisno.<br /><br />Tidak menurunnya jumlah titik panas tersebut disebabkan hujan yang mengguyur wilayah Kota Samarinda dan sekitarnya hanya bersifat lokal, katanya menambahkan.<br /><br />"Artinya, hujan yang terjadi tadi subuh (Senin), bukan merupakan awal musim penghujan dan hanya bersifat lokal, sehingga titik panas yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah kabupaten/kota lainnya di Kaltim padam atau berkurang," kata Sutrisno.<br /><br />Ia mengingatkan semua pihak termasuk masyarakat agar tidak terlena dengan turunnya hujan di Kota Samarinda pada Senin subuh tersebut sebab awal musim penghujan masih diprediski akan berlangsung pada November dan Desember 2015.<br /><br />"Jadi, kami mengimbau semua pihak, termasuk masyarakat agar tidak terlena dengan turunnya hujan pada Senin dinihari, sebab itu bukan pertanda awal musim penghujan sebab musim hujan diprediksi baru akan terjadi satu bulan akan datang. Sehingga, kami meminta masyarakat tetap waspada kemungkinan masih tingginya titik panas dan bertambahnya tingkat kepekatan kabut asap," ujar Sutrisno. (das/ant)</p>