BMKG Ingatkan Nakhoda Tidak Ambil Risiko Berlayar

oleh

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Bandara Haji Asan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, memperingatkan nakhoda tidak mengambil risiko berlayar jika cuaca buruk. <p style="text-align: justify;">"Saat ini gelombang sedang tinggi jadi kami sarankan untuk tetap menunda keberangkatan. Berbahaya jika dipaksakan," kata Kepala BMKG Bandara Haji Asan Sampit, Yulida Warni di Sampit, Rabu.<br /><br />Sebelumnya BMKG Bandara Haji Asan Sampit mengeluarkan peringatan ancaman gelombang tinggi mencapai empat meter pada tanggal 4 sampai 6 Agustus. BMKG memperingatkan nakhoda kapal untuk berhati-hati karena sangat rawan kecelakaan.<br /><br />Prediksi itu terbukti. KM Dharma Kartika III milik PT Dharma Lautan Utama tujuan Surabaya yang harusnya berangkat Senin lalu, terpaksa ditunda karena gelombang di laut Jawa mencapai empat meter lebih.<br /><br />Kapal jenis roro (roll on roll off) tersebut sangat rawan kecelakaan jika memaksakan tetap berangkat di tengah tingginya gelombang laut Jawa saat ini. Hingga Rabu pagi, kapal tersebut terlihat masih sandar di Pelabuhan Sampit.<br /><br />"Kami memprediksi gelombang baru mulai turun dan normal pada 7 hingga 9 Agustus. Saya belum mengevaluasi data untuk hari-hari selanjutnya, tapi kami mengingatkan untuk selalu waspada karena bulan-bulan ini gelombang tinggi masih berpotensi terjadi," kata Yulida.<br /><br />Yulida berharap cuaca di laut kembali normal sehingga lalu lintas armada angkutan barang dan penumpang kembali lancar sehingga aktivitas masyarakat juga berjalan normal.<br /><br />Jika lalu lintas kapal terganggu seperti saat ini, arus barang dan penumpang terhambat. Dampaknya bisa berimbas pada meningkatnya harga barang kebutuhan karena stok mulai berkurang.<br /><br />"Jangan dipandang cuma masalah cuaca, tapi dampaknya yang harus diantisipasi supaya jangan sampai membebani masyarakat. Stok barang juga harus diperhatikan untuk antisipasi musim-musim seperti ini," kata Yulida.<br /><br />Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Sampit, Benny Noviandinudin mengatakan, pihaknya selalu memerhatikan prediksi cuaca dari BMKG sebagai acuan dalam memberikan izin berlayar.<br /><br />"Kami memberitahukan kepada pihak kapal bahwa gelombang sedang tinggi dan mereka juga menerima pertimbangan itu. Mudah-mudahan segera normal," kata Benny. <strong>(das/ant)</strong></p>