BMKG: Perairan Kalbar Masih Rawan Untuk Pelayaran

oleh

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Maritim Pontianak, Senin, menyatakan, sejumlah perairan di Kalimantan Barat saat ini masih rawan untuk pelayaran karena berpotensi terjadi gelombang setinggi tiga meter hingga lima meter. <p style="text-align: justify;">"Ada lima kawasan perairan Kalbar yang masih rawan bagi pelayaran menggunakan kapal motor kecil, yakni di kawasan perairan Natuna, perairan China Selatan utara Natuna, Kepulauan Natuna, Anabas dan Sambas," kata prakirawan BMKG Maritim Pontianak Erika Mardiyanti di Pontianak, Senin.<br /><br />BMKG Maritim Pontianak memberikan peringatan agar para nelayan atau pun masyarakat yang hendak turun ke laut atau menggunakan transportasi kapal motor kecil, sebaiknya berhati-hati atau ditunda dulu karena sangat berbahaya.<br /><br />Data BMKG Maritim Pontianak mencatat, potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Kalbar, untuk beberapa hari ke depan, yakni Senin (2/1) perairan Natuna 2,0 meter – 3,0 meter, perairan China Selatan utara Natuna 3,0 meter – 5,0 meter, Kepulauan Natuna 2,0 meter – 3,0 meter, Kepulauan Anabas 1,5 meter – 2,5 meter, Sambas – Singkawang 1,5 meter – 2,5 meter, Karimata 1,5 meter – 2,5 meter, sementara perairan Pontianak dan Ketapang dibawah 1,5 meter.<br /><br />Kemudian, pada Selasa (3/1) ketinggian gelombang perairan Natuna, perairan China Selatan utara Natuna, Kepulauan Natuna, Kepulauan Anabas, dan Sambas, rata-rata 2,0 meter hingga 4,0 meter, sementara Pontianak, Karimata dan Ketapang ketinggian gelombang rata-rata dibawah 2,0 meter atau masih berbahaya bagi pelayaran menggunakan kapal motor kecil.<br /><br />Pada Rabu (4/4) ketinggian gelombang perairan Natuna, perairan China Selatan utara Natuna, Kepulauan Natuna, Kepulauan Anabas, dan Sambas, rata-rata diatas 2,5 meter hingga 4,0 meter, sementara Pontianak, Karimata dan Ketapang ketinggian gelombang dibawah 2,0 meter.<br /><br />Data, BMKG Maritim Pontianak, mencatat angin kencang masih akan terjadi hingga Februari 2012.<br /><br />"Dari rentang waktu tersebut masyarakat perlu waspada. Jika ada tanda-tanda yang tidak baik, sebaiknya jangan melaut karena cukup berbahaya," kata Erika. <strong>(phs/Ant)</strong></p>