Home / Tak Berkategori

BMKG: Perairan Natuna Belum Aman Bagi Pelayaran

- Jurnalis

Jumat, 16 Desember 2011 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Maritim Pontianak menyatakan, sebagian sebesar wilayah perairan Natuna, perairan China Selatan utara Natuna, Kepulauan Natuna, Anabas dan Sambas-Singkawang, belum aman bagi pelayaran menggunakan kapal motor kecil. <p style="text-align: justify;">"Ketinggian gelombang di perairan Natuna perairan China Selatan utara Natuna, Kepulauan Natuna, Anabas dan Sambas rata-rata di atas 2,0 meter hingga 6,0 meter dari hari ini (Jumat) hingga Senin (19/12)," kata prakirawan BMKG Maritim Pontianak Prada Wellyantama, di Pontianak, Jumat.<br /><br />Ia menjelaskan, dengan ketinggian gelombang seperti itu sangat rawan bagi pelayaran menggunakan kapal motor ukuran kecil hingga sedang sehingga masyarakat atau nelayan hendaknya meningkatkan kewaspadaan ketika akan turun ke laut dan tidak turun ke perairan yang berpotensi terjadi gelombang tinggi tersebut.<br /><br />Data BMKG Maritim Pontianak mencatat, potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Kalbar, untuk beberapa hari ke depan, yakni Jumat (16/12) perairan Natuna 2,0 – 3,0 meter, perairan China Selatan utara Natuna 4,0 meter – 5,0 meter, Kepulauan Natuna 2,0 meter – 3,0 meter, Kepulauan Anabas 1,5 meter – 2,5 meter, Sambas – Singkawang 2,0 meter – 3,0 meter, sementara perairan Pontianak 1,0 meter – 2,0 meter, Karimata 1,5 meter – 2,5 meter dan Ketapang 1,0 meter – 2,0 meter.<br /><br />Kemudian, pada Sabtu(17/12) ketinggian gelombang perairan Natuna, perairan China Selatan utara Natuna, Kepulauan Natuna, Kepulauan Anabas, dan Sambas ketinggian gelombangnya di atas 2,0 meter – 6,0 meter. Sementara perairan Pontianak, Karimata dan Ketapang ketinggian gelombangnya di bawah 1,5 meter.<br /><br />Pada Minggu (18/12) ketinggian gelombang perairan Natuna, perairan China Selatan utara Natuna, Kepulauan Natuna, Kepulauan Anabas, dan Sambas ketinggian gelombangnya meningkat sehingga di atas 4,0 meter – 6,0 meter. Kemudian Senin (19/12) ketinggian gelombang perairan Natuna, perairan China Selatan utara Natuna, Kepulauan Natuna, Kepulauan Anabas, dan Sambas ketinggian gelombangnya juga kembali meningkat di atas 4,0 meter – 6,0 meter.<br /><br />"Untuk perairan Pontianak, Karimata dan Ketapang ketinggian gelombangnya rata-rata di bawah dua meter atau aman untuk pelayaran menggunakan kapal motor kecil," kata Prada.<br /><br />Ia mengimbau, para nelayan dan masyarakat sebaiknya tidak turun ke laut pada sejumlah perairan yang sangat berpotensi terjadi gelombang tinggi itu. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan
Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi
Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total
Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal
Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi
Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan
Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:34 WIB

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:47 WIB

Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:12 WIB

Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:54 WIB

Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:39 WIB

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG

Berita Terbaru