BMKG: Potensi Hujan Di Kalbar Masih Kurang

oleh

Prakirawan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak, Sutikno mengatakan, potensi hujan di Provinsi Kalimantan Barat umumnya hingga beberapa hari ke depan masih kurang. <p style="text-align: justify;">"Beberapa hari kedepannya potensi hujan di Kalbar masih kurang, sehingga untuk potensi titik api kami perkirakan akan masih tetap ada," kata Sutiko di Pontianak, Senin.<br /><br />Ia menjelaskan penyebaran titik api paling banyak terpantau melalui satelit NOAA, yakni di Kalbar bagian selatan, yakni di Kabupaten Ketapang, Kayong Utara, kemudian Kalbar bagian timur, yakni Kapuas Hulu, Sintang, Melawi dan sekitarnya.<br /><br />Sementara itu, untuk jarak pandang di sekitar Bandara Supadio Pontianak cukup pendek terutama mulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB yang mencapai di bawah seribu meter.<br /><br />Sebelumnya, Kepala BLH Kota Pontianak Multi Junto menyatakan, saat ini kualitas ISPU sudah masuk kategori tidak sehat mulai pukul 24.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB, sehingga masyarakat sebaiknya tidak keluar rumah kalau memang tidak perlu.<br /><br />Ia mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitasnya di luar rumah, kalaupun terpaksa keluar rumah sebaiknya menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut.<br /><br />"Lebih bagus lagi menggunakan masker yang basah sehingga bisa menyaring atau menahan partikel debu sehingga tidak masuk dalam saluran pernapasan," ujar Multi.<br /><br />Menurut Multi, Pemkot Pontianak sudah menerbitkan Perwa No 6/2006 bahwa setiap penduduk tidak boleh membakar dalam bentuk apapun, baik itu sampah maupun lainnya karena Pemkot sudah punya mobil kebersihan.<br /><br />Kesadaran masyarakat untuk tidak membakar sampah di musim kemarau, masih kurang, sehingga perlu ditingkatkan lagi kesadaran tersebut, karena dampak dari pembakaran sampah rumah tangga akan menambah semakin tebalnya kabut asap, kata Multi. (das/ant)</p>