BMKG Sampit Ingatkan Ancaman Angin Kencang

oleh

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara H Asan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah meminta masyarakat waspadai terhadap angin kencang hingga sebulan mendatang. <p style="text-align: justify;">"Hujan deras disertai angin kencang seperti tadi malam (Kamis malam) masih berpotensi terjadi, makanya harus diwaspadai. Kalau sudah di atas 20 knot itu sangat membahayakan," katanya Yulida Warni di Sampit, Jumat.<br /><br />Kamis malam, Sampit diguyur hujan deras disertai angin kencang. Hujan yang terjadi sekitar dua jam membuat beberapa ruas jalan digenangi air karena drainase tidak berfungsi dengan baik dan air menggenangi permukiman warga.<br /><br />Hujan disertai angin kencang terjadi karena saat ini sedang memasuki masa transisi ke musim kemarau. Masa transisi seperti ini, cuaca bisa dengan cepat berubah sehingga harus diwaspadai kemungkinan datangnya cuaca buruk.<br /><br />Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan akibat angin kencang, Yulida menyarankan pemerintah daerah melakukan antisipasi sebagai upaya menghindari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.<br /><br />"Pohon-pohon tua yang ada di pinggir jalan lebih baik ditebang jika dikhawatirkan membahayakan. Sudah sering pohon tumbang akibat angin kencang. Makanya lebih baik ditebang dan jangan sampai jatuh korban," katanya.<br /><br />Yulida juga mengingatkan cuaca buruk juga bisa terjadi di laut sehingga para nelayan harus waspada. Para nelayan diingatkan untuk tidak memaksakan diri melaut jika cuaca tidak bersahabat karena sangat berbahaya.<br /><br />Tinggi gelombang di laut sekitar perairan Kotim, katanya normal yaitu antara satu hingga dua meter, namun itu tetap harus diwaspadai para nelayan dan pelayaran.<br /><br />"Jangan melihat gelombangnya itu rendah karena di musim transisi seperti ini cuaca bisa dengan cepat berubah. Gelombang tinggi bisa saja tiba-tiba muncul ketika ada angin kencang," demikian Yulida. <strong>(das/ant)</strong></p>