BMKG: Sulit Prediksi Angin Puting Beliung

oleh
oleh

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengakui sulit memprediksi potensi terjadinya angin puting beliung, karena waktu kejadiannya yang singkat dan lokasinya yang kecil. <p style="text-align: justify;">"Hingga saat ini kami masih belum bisa memprediksi potensi terjadinya angin puting beliung pada suatu daerah," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Tuwamin Mulyono saat membuka sosialisasi bidang meteorologi klimatologi dan geofisika di Pontianak, Kamis.<br /><br />Ia menjelaskan, BMKG baru bisa memprediksi kemungkinan terjadinya hujan lebat yang disertai angin kencang pada suatu daerah seperti di Kota Pontianak dan Kalimantan Barat umumnya.<br /><br />"Sebenarnya prakiraan akan hujan lebat yang disertai angin kencang sangat berpotensi terjadinya angin puting beliung, tetapi yang menjadi pertanyaan terjadinya angin puting beliung itu dimana yang sulit diprediksi," ungkapnya.<br /><br />Ia mengimbau, pada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaannya apabila terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang, dengan tidak berada di bawah pohon-pohon besar karena khawatir pohon itu tumbang akibat dihantam angin puting beliung.<br /><br />Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak Sunarto mengatakan, pihaknya kini telah memetakan daerah-daerah rawan terjadi bencana alam, seperti banjir, luapan air pasang Sungai Kapuas, asap, kebakaran lahan, angin puting beliung.<br /><br />"Pada dasarnya semua kecamatan dari lima kecamatan di Pontianak termasuk rawan bencana alam, seperti bencana alam banjir, angin puting beliung, banjir pasang laut, kabut asap akibat kebakaran hutan," katanya.<br /><br />Data BPBD Kota Pontianak tahun 2010, mencatat dua korban meninggal dunia akibat tertimpa bangunan rumah yang roboh karena angin puting beliung, empat rumah mengalami rusak berat dan 24 rusak ringan.<br /><br />Provinsi Kalbar umumnya rawan terjadi angin puting beliung, terutama daerah pesisir pantai.<strong> (phs/Ant)</strong></p>