BMKG: Wilayah Kaltim Masuk Musim Pancaroba

oleh

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Temindung Samarinda, Sutrisno menyatakan wilayah Kalimantan Timur pada awal November 2015 sudah memasuki musim pancaroba atau peralihan musim dari kemarau ke musim penghujan. <p style="text-align: justify;">"Saat ini, memang sudah masuk musim pancaroba dari kemarau ke musim penghujan sehingga, ada kemungkinan terjadinya hujan dalam beberapa hari kedepan," ujar Sutrisno, saat dihubungi di Samarinda, Selasa.<br /><br />Namun, hujan yang terjadi pada musim pancaroba kata Sutrisno, hanya bersifat lokal dan tidak merata.<br /><br />"Hujan pada musim pancaroba bisa lebat, tetapi tidak berlangsung lama serta bisa disertai petir dan angin kencang," kata Sutrisno.<br /><br />BMKG lanjut Sutrisno, mengimbau warga agar mewaspadai berbagai penyakit yang bisa ditimbulkan akibat musim pancaroba tersebut.<br /><br />Sementara, kondisi kabut asap di Kota Samarinda kurung waktu sepekan terakhir tambahnya, sudah masuk level baik yakni dibawah 50 mikro gram per meter kubik.<br /><br />Tingkat kepekatan asap berdasarkan data alat pemantau asap (PM10) sepanjang Selasa lanjut Sutrisno yakni, pada pukul 07.00 Wita, tingkat kepekatan asap hanya berkisar 35,58 mikro gram per meter kubik kemudian menjadi 45,38 mikro gram per meter kubik pada pukul 08. 00 Wita dan pada pukul 09. 00 Wita naik menjadi 64, 24 mikro gram per meter kubik.<br /><br />Tingkat Kepekatan kabut asap kembali turun menjadi 44,88 mikro gram per meter kubik pada pukul 13. 00 Wita, kemudian naik 46,14 mikro gram per meter kubik pada pukul 14. 00 Wita dan pukul 17. 00 Wita kabut asap mencapai 63,50 mikro gram per meter kubik.<br /><br />"Kondisi kabut asap di wilayah Kota Samarinda masih fluktuatif tetapi secara umum kurung waktu sepekan terakhir mengalami penurunan dan berada pada level baik," kata Sutrisno.<br /><br />Berdasarkan pantauan citra Satelit Terra Aqua BMKG per 3 November 2015 kata Sutrisno, hanya terdeteksi satu "hotspot" atau titik pnas di wilayah Kaltim yakni di Kabupaten Kutai Barat.<br /><br />Penurunan titik panas itu lanjut dia akibat mulai turunnya hujan di sejumlah wilayah di Kaltim.<br /><br />"Penurunan titik panas dan hari ini (Selasa) hanya terpantau satu titik panas di Kabupaten Kutai Barat, akibat mulainya turun hujan di sejumlah kabupaten/kota di Kaltim, walaupun belum merata," ujar Sutrisno. (das/ant)</p>