BNK Pontianak Tekankan Upaya Pencegahan Narkotika

oleh

Ketua Badan Narkotika Kota Pontianak Paryadi menyatakan, program badan itu tahun 2011 lebih menekankan pada upaya pencegahan dengan sasaran kalangan remaja guna memberantas peredaran semua jenis narkotika di kota itu. <p style="text-align: justify;">"Upaya pencegahan bagi kalangan remaja agar mereka tidak terjerumus pada barang haram itu, yakni dengan membangun gerakan kolektif masyarakat melawan peredaran gelap narkotika," kata Paryadi di Pontianak, Senin.<br /><br />Upaya pencegahan tersebut berupa penyuluhan bagi pelajar, mahasiswa, pemuda, karang taruna, organisasi kepemudaan, majelis taklim, tokoh agama, masyarakat, organisasi masyarakat, serta lembaga pemasyarakatan, kata Paryadi.<br /><br />Dalam kesempatan itu, Ketua BNK Pontianak mengajak masyarakat kota itu untuk memberantas peredaran narkoba dan sejenisnya agar tidak merusak generasi muda dan penerus bangsa.<br /><br />"Tanpa adanya komitmen yang kuat dari masyarakat untuk memberantas peredaran barang haram itu, sulit Kota Pontianak bebas narkoba," katanya.<br /><br />Wujud peran serta masyarakat, bisa berbentuk melakukan pengawasan terhadap putra dan putrinya agar tidak terpengaruh untuk menggunakan obat-obat terlarang, memberikan laporan kalau mendengar atau melihat apabila di lingkungannya dijadikan tempat transaksi narkoba.<br /><br />"Saya yakin, kalau peran serta seperti itu dilakukan, pelan-pelan peredaran narkoba di Kota Pontianak akan hilang dengan sendirinya," kata Wakil Wali Kota Pontianak itu.<br /><br />Menurut dia, peredaran narkotika di kota itu, ibarat fenomena gunung es, yang tampak hanya sebagian kecilnya saja, sementara yang tidak tampak mungkin jumlahnya lebih besar. <br /><br />Sebelumnya, Wali Kota Pontianak Sutarmidji menyatakan, rokok sebagai pintu masuk anak-anak muda sekarang terperangkap menggunakan narkotika.<br /><br />"Hampir 90 persen penyebab anak-anak muda yang terperangkap menggunakan narkotika karena kecanduan rokok, kemudian meningkat menggunakan barang haram tersebut," ujarnya.<br /><br />Ia mengajak, para guru Bimbingan Konseling dan semua elemen masyarakat untuk memutus mata rantai penggunaan barang haram itu mulai dari anak-anak. "Caranya hindari atau awasi betul agar anak-anak tidak merokok dan bergaul bebas tanpa sepengetahuan orangtua," ujarnya.<br /><br />Menurut dia, orangtua juga harus mengawasi perilaku anak-anaknya. Perubahan yang cukup drastis bagi anak perlu diwaspadai, karena bisa saja perubahan itu dipengaruhi penggunaan narkotika.<br /><br />Data Kepolisian Daerah Kalimantan Barat sepanjang tahun 2010, tercatat telah menangani sekitar 230 kasus narkoba atau naik 15 persen dibanding tahun 2009 sebanyak 200 kasus yang tersebar di provinsi itu. <strong>(phs/Ant)</strong></p>