BNN Banjarbaru Tes Urine Pegawai Pemkot

Badan Narkotika Nasional Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mengambil sampel urine pegawai negeri di lingkungan pemerintah kota setempat untuk pemeriksaan penyalahgunaan narkotika psikotropika dan bahan adiktif. <p style="text-align: justify;">Kepala BNN Kota Banjarbaru Noor Fadilah, Senin di sela acara itu mengatakan, pengambilan sampel urine pegawai mulai tingkat staf hingga pejabat struktural dilakukan di seluruh satuan kerja.<br /><br />"Staf kami dibantu petugas medis mendatangi setiap satuan kerja perangkat daerah dan meminta kepada setiap pegawai untuk menyerahkan urinenya di dalam botol plastik yang sudah disediakan," ujarnya.<br /><br />Ia mengatakan, langkah yang dilakukan sebagai bentuk realisasi kerja sama dan koordinasi dengan Pemkot Banjarbaru dalam upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemerintahan setempat.<br /><br />Dijelaskan, kegiatan itu juga merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden No 12 tahun 2011 tentang jantranas atau kebijakan strategis nasional pencegahan, pemberantasan penyalahgunaa dan peredaan gelap narkotika.<br /><br />"Tujuannya sebagai salah satu upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan selain pegawai pemerintah, pemeriksaan urine juga dilakukan terhadap karyawan swasta," ungkapnya.<br /><br />Dikatakan, sampel urine yang sudah diberi nama sesuai pemiliknya di setiap botol diperkirakan sudah dapat diketahui hasilnya dalam tiga hari ke depan dan rencananya diserahkan kepada wali kota.<br /><br />"Kami hanya melakukan pemeriksaan dan hasilnya disampaikan kepada wali kota, sementara tindak lanjutnya diserahkan kepada wali kota sebagai pimpinan tertinggi di pemerintahan," kata dia.<br /><br />Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Syahriani mengatakan, pihaknya sangat mendukung langkah BNN melakukan pengambilan sampel urine untuk mengetahui sejauh mana peredaran narkotika di kalangan pegawai setempat.<br /><br />"Kami sangat mendukung langkah BNN bahkan meminta pengambilan sampel urine di lakukan berkala sehingga dapat diketahui sejauh mana peredaran narkotika di kalangan pegawai negeri," ujarnya.<br /><br />Salah seorang pegawai Pemkot, Aris mengatakan, pihaknya mendukung dan tidak mempermasalahkan pengambilan sampel urine terhadap setiap pegawai karena merupakan langkah positi mencegah peredaran narkoba.<br /><br />"Langkah yang dilakukan BNN cukup bagus sehingga bisa diketahui sejauh mana peredaran narkoba di kalangan pegawai. Namun kami berkeyakinan pegawai pemkot bebas narkoba," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>