BNN Kalbar: Ganja Tidak Mungkin Dilegalkan

oleh

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Barat Komisaris Besar (Pol) Sugeng HR menyatakan ganja tidak mungkin dilegalkan karena termasuk barang haram. <p style="text-align: justify;">"Kalau ada alasan dengan dilegalkan maka mempermudah pengawasan peredaran ganja itu juga salah, karena tidak mungkin peredaran barang haram itu diawasi," kata Sugeng HR di Pontianak, Senin.<br /><br />Menurut dia, tidak dilegalkan saja sulit mengawasinya, apalagi sudah dilegalkan maka barang itu akan semakin banyak dan tidak terkontrol lagi.<br /><br />Ia menjelaskan, penggunaan ganja lebih banyak mudaratnya daripada positifnya sehingga termasuk barang yang dilarang sama seperti narkotika.<br /><br />"Pada prinsipnya kami tidak mendukung kalau ada wacana atau rencana melegalkan ganja karena khawatir bisa disalahgunakan untuk kepentingan sesat," katanya.<br /><br />Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM RI Patrialis Akbar di Bandung menegaskan, pemerintah tidak mungkin melegalkan ganja karena tidak ada yang namanya legalisasi ganja.<br /><br />"Legalisasi ganja tetap dilarang, tidak ada itu legalisasinya (ganja)," kata Patrialis Akbar.<br /><br />Ia mengatakan, ganja merupakan barang haram kecuali digunakan untuk pengobatan namun menjadi dilarang ketika penggunaannya disalahgunakan sehingga membahayakan kesehatan.<br /><br />"Tetap diharamkan, kecuali untuk untuk kesehatan itu lain, ada pengecualian. Harus ada terapi dokter karena memang ada orang yang harus diberikan metadon. Kalau tidak diberikan metadon dia mati. Tetapi itu obat terapinya," kata Patrialis.<br /><br />Sekelompok orang yang tergabung dalam Lingkar Ganja Nusantara (LGN) menyuarakan legalisasi tanaman ganja di Indonesia dengan menggelar aksi Global Marijuana March (GMM) 2011. <strong>(phs/Ant)</strong></p>