BNNP Bertekad Wujudkan Kalbar Bebas Narkotika 2015

oleh
oleh

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Barat, bertekad mewujudkan provinsi itu bebas dari peredaran narkotika berbagai jenis pada tahun 2015. <p style="text-align: justify;">"Untuk mewujudkan Provinsi Kalbar bebas narkotika itu, kami memerlukan dukungan semua pihak dalam mencegah maupun memberantas peredaran narkotika," kata Kepala BNNP Kalbar Brigadir Jenderal (Pol) Sugeng Heryanto di Pontianak, Jumat.<br /><br />Apalagi menurut dia, keberadaan BNNP Kalbar baru satu tahun di provinsi itu sehingga sangat perlu dukungan semua pihak dalam menekan peredaran barang haram tersebut.<br /><br />"Semua harus berperan dalam mencegah masuknya narkotika berbagai jenis di Kalbar, karena tidak mungkin hanya dilakukan oleh kepolisian dan BNN," ujarnya.<br /><br />Kepala BNNP Kalbar menyatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan menempatkan Satuan Tugas Interdiksi di kawasan perbatasan provinsi itu dengan Sarawak (Malaysia Timur) guna mencegah penyeludupan narkotika jaringan internasional yang masuk ke provinsi itu.<br /><br />"Ada sekitar 55 jalan tikus (jalan tidak resmi) antara perbatasan Kalbar (Indonesia) dengan Sarawak, Malaysia Timur dengan panjang perbatasan darat sekitar 966 kilometer sehingga perlu ditempatkan Satgas Interdiksi guna mencegah masuknya narkotika jaringan internasional," ujarnya.<br /><br />Satgas Interdiksi tersebut terdiri dari petugas BNNP Kalbar, kepolisian, bea dan cukai, dan petugas imigrasi yang akan ditempatkan di tempat-tempat yang dicurigai sebagai pintu masuk jaringan narkotika internasional, katanya.<br /><br />"Kami berharap dengan ditempatkannya Satgas Interdiksi maka peredaran atau masuknya narkotika internasional bisa di tekan seminimal mungkin," katanya.<br /><br />Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Kota Pontianak Syarif Abdullah Alkadrie berharap, komitmen untuk mewujudkan Kalbar bebas narkotika tahun 2015 harus didukung semua pihak jangan hanya dilakukan oleh aparat penegak hukum saja.<br /><br />"Semua pihak harus mau menyatakan ‘perang’ terhadap narkotika, baru daerah ini bisa bebas dari narkotika, karena sudah tidak ada celah lagi bagi barang haram itu untuk masuk ke Kalbar," ujarnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>