Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Barat melakukan tes urin kepada para guru dan ratusan siswa di SMK Negeri 8 Pontianak, Senin. <p style="text-align: justify;">Menurut Kepala BNN Provinsi Kalbar Brigjen (Pol) Sugeng Heryanto, tes urin itu dilakukan sebagai tindak lanjut dari pembentukan satuan tugas anti-narkotika di SMK Negeri 8 Pontianak.<br /><br />"Kami sangat apresiasi terhadap respon kepala sekolah yang memberi terobosan dalam pencegahan narkotika di lingkungam sekolah," ujar dia.<br /><br />Secara keseluruhan, ada 22 guru yang mengikuti tes urin tersebut sedangkan untuk murid sebanyak 182 orang.<br /><br />"Ada lima guru dan siswa satu kelas yang belum ikut tes urin karena tengah mengikuti praktik kerja di luar, tetapi mereka akan tetap mengikuti tes urin," ujar Sugeng Heryanto.<br /><br />Mengenai hasil tes urin, ia menegaskan bukan untuk konsumsi publik. Namun sebagai bahan masukan ke pihak sekolah untuk mencegah kasus narkotika.<br /><br />Selain itu, lanjut dia, kalau terbukti tidak ada yang mengandung narkotika, maka sekolah tersebut berhak memasang spanduk bebas dari narkotika.<br /><br />"Ini sebagai bukti kalau sekolah tersebut bebas dari narkotika, nanti akan ada tes urin kembali untuk periode tertentu," kata dia.<br /><br />Tes urin dilakukan untuk mendeteksi tiga jenis narkotika yakni morpin, ganja dan amphetamine (sabu-sabu dan ekstasi).<br /><br />Ia menjelaskan, tes tersebut hanya butuh waktu beberapa detik untuk satu sampel.<br /><br />"Semua alat untuk tes dari BNN, gratis. Ada 17 orang yang turun untuk membantu tes urin ini," kata dia.<br /><br />BNNP Kalbar juga siap melakukan tes urin untuk pengemudi transportasi umum jarak jauh serta pilot yang mampir di Bandar Udara Supadio Pontianak.<br /><br />"Ini sebagai tindak lanjut nota kesepahaman Badan Narkotika Nasional dengan Kementerian Perhubungan," kata Sugeng Heryanto. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















