BNPP gelar Sosialisasi Perbatasan di Sintang

oleh

Assisten Deputi Badan Nasional Pembangunan Perbatasan, Marhaban Ibrahim memastikan patok wilayah prbatasan yang berada di kabupaten Sintang, Kalimantan Barattidak akan bergerser. <p style="text-align: justify;">Pasalnya titik kordinat patok tersebut selalu terpantau dalam forum bilarteral,"Ini tentu di pantau," katanya saat ditemui diacara sosialisasi perbatasan dihotel sakura, Kamis, (1/9).<br /><br />Menurutnya, kondisi wilayah perbatasan di kabupaten Sintang sejauh ini aman-aman saja. Namum memang diakuinyaa seriang ada laporan menegenai pergeseran patok perbatasan.<br /><br />"Tapi itu tidak apa-apa, karena kita sidah punya titik koordinat yang tak bisa di pindah-pindahkan," jelasnya.<br /><br />Ia menjelaskan,  ada tiga domine dalam menjaga kedaulatan negara di daerah perbatasan yang harus di jamin, yakni kesejahteraah, keadilan masyarakat melalui percepatan pembangunan ekonomi dan budaya, serta menjaga  keamanan kedaulatan wilayah perbatasan.<br /><br />"Pelayanan kesehatan bagi masyarakat perbatasan harus bagus, kemudian pendidikan harus semakin di tingkatkan. Ini komitmen pemerintah," katanya.<br /><br />Ditambahkannya, dalam melakukan pengelolaan wilayah perbatasan, tentu tidak bisa dilakukan secara sepihak,"karena ada proses bilateral yang harus dilakukan,"katanya.<br /><br />Ia mengaskan, sosialisasi perbatasan mengenai peta, sangat penting di ketahui masyarakat.<br /><br />"Saya katakan, masyarakat perbatasan  merupakan pagar negara, mereka yang tinggal dan hidup disana, sehingga penting bagi masyarakat perbatasan untuk. mengetahui peta perbatasan," katannya.<br /><br />Sementara Kepala BNPP Kabupaten Sintang Kartius menambahkan , masalah peta di perbatan sangat perlu dipahami masyarakat.<br /><br />"Supaya masyarakat bisa menjaga jika wilah perbatasan,  ketika ada pihak yang akan mncoba  di geser peta prbatasan," katanya. (KN)</p>