Bom Di Katedral Makassar, Asia Sidot: Negara Harus Menjamin Kemerdekaan Beribadah

oleh

JAKARTA, KN – Komisi X DPR RI, Adrianus Asia Sidot angkat suara terkait insiden bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar pada minggu pagi 28 Maret kemarin.

Ledakan terjadi sekitar pukul 10.28 WITA. Sejumlah Umat Katolik saat itu tampak panik, padahal mereka sedang merayakan Hari Raya Minggu Palma, sebagai tanda dimulainya Pekan Suci, untuk menghormati rangkaian peristiwa penyaliban Yesus Kristus, hingga hari Paskah di April mendatang.

Menyikapi hal ini, Adrianus Asia Sidot menilai, hal ini timbul karena kurangnya penanaman secara maksimal terkait ideologi dalam bernegara, tidak memiliki konteks keberagaman yang kuat, serta pemahaman yang sepotong-sepotong bisa menjadi benih radikalisasi.

“Kejadian sangat melukai hati umat Kristiani khususnya umat Katholik yang ingin menjalankan ibadah secara damai dan khusyuk tanpa ada gangguan pihak manapun,” ungkapnya.

Menurutnya, hal semacam ini harusnya tidak terjadi lagi di negara yang mengedepankan kebhinekaan dalam hidup berbangsa dan bernegara.

“Apalagi negara menjamin hal ini. Yang di mana hal ini tertuang dalam pasal 29 UUD 1945 Tentang Kebebasan Beragama, yakni, Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu,” tegasnya.

Sudah jelas saya katakan, lanjutnya, bahwa hal semacam ini adalah tanggung jawab negara dalam hal keamanan umat beragama.

“Sehingga, pemerintah dalam hal ini aparat keamanan harus mengambil tindakan tegas kepada para teroris, karena mereka telah merusak keberagamaan, dan mereka secara terang-terangan melawan Undang-Undang,” terangnya.

Selain itu, Adrianus berpesan kepada seluruh umat Katholik agar tetap tenang karena setiap warga negara memiliki kesamaan di mata hukum dan dijamin oleh negara.

“Kita tidak perlu takut, namun tetap waspada, serahkan kepada negara, karena negara menjamin setiap setiap pemeluk agama di negara ini,” ujarnya.

Sementara menjelang hari Paskah, Adrianus berharap agar pemerintah dalam hal ini pihak keamanan bersama masyarakat terus melakukan pengawalan dan pengamanan ketat bagi umat yang akan merayakannya. (ygn)