Border Dibuka, Masyarakat Harus Bisa Baca Peluang Usaha

oleh

Bupati Kabupaten Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir berpesan agar masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu terutama yang berada di daerah perbatasan untuk dapat membaca peluang usaha didaerahnya masing-masing, sehingga dengan dibukanya Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Indonesia-Malaysia, masyarakat bisa lebih meningkatkan kesejahteraanya dengan potensi yang ada. <p style="text-align: justify;">“Salah satu tujuan dibukanya border ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, jangan sampai dengan dibukanya border ini malah masyarakat banyak menjadi pekerja di Negara Tetangga, padahalnya potensi yang kita miliki sangat banyak, jadi masyarakat harus bisa baca peluang usaha,” ujar Nasir, ditemui saat Soft Launching PPLB Nanga Badau, baru-baru ini.<br /><br />Paling tidak, menurut Nasir dengan dibukanya PPLB Nanga Badau bisa membawa perubahan bagi kesejahteraan masyarakat, dan bermanfaat bagi masyarakat, sehingga masyarakat jangan sampai terlena harus pintar membaca peluang, agar tidak hanya menjadi penonton. <br /><br />“Masyarakat juga harus bisa andil dengan dibukanya border Badau, mesti mempersiapkan diri, baik lapangan kerja, jangan sampai dengan dibukanya PPLB ini masyarakat kita beramai-ramai pergi ke Malaysia menjadi kulih disana,” cetusnya.<br /><br />Nasir mengatakan bahwa dirinya sudah mengingatkan jauh-jauh hari, apa yang harus diperbuat masyarkat dengan memanfaatkan peluang yang ada, seperti halnya dengan menanam karet, dan berbagai peluang bisnis lainnya. <br /><br />“Bahkan bukan hanya kesiapan masyarakat yang kita inginkan, akan tetapi kita minta agar Badau ini ditata khusus oleh Pemerintah Pusat, apalagi kedepan Badau akan menjadi pusat industri, oleh karenanya saat ini sudah menyiapkan lahan apakah untuk perumahan, dan bangunan yang lainnya.”ucap Nasir.<br /><br />Untuk itu, Nasir berpesan agar masyarakat bisa memanfaatkan PPLB Badau sebagai pusat keluar masuk untuk menuju Negara tetangga, jangan ada lagi yang melintasi jalan-jalan setapak, saat ini sudah dibuka secara resmi jadi diharapkan tidak ada lagi aktivitas illegal di daerah perbatasan.<br /><br />“Masyarakat perbatasan tergantung dengan Negara tetangga terutama untuk kebutuhan sehari-hari, jadi silahkan menggunakan PPLB Badau, saya akui masyarakat lebih mudah memperoleh kebutuhan dari Malaysia, hanya saja kita harus bisa baca peluang jangan hanya kita yang belanja ke Malaysia akan tetapi bagaimana caranya mereka juga bisa belanja ke Indonesia, sehingga uang bisa berputar juga di daerah kita,” timpalnya.<strong> (phs)</strong></p>