Home / Tak Berkategori

BOS Untuk Madrasah Naik

- Jurnalis

Jumat, 6 Januari 2012 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sama seperti sekolah umum, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk mandrasah negeri dan swasta juga mengalami kenaikan dalam upaya untuk lebih meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini. <p style="text-align: justify;"><br />“Jumlah kenaikan sama dengan sekolah umum,” kata Kepala Seksi (Kasi) Madrasah dan Pendidikan Agama (Mapenda) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang, Anang Nurkhalis kepada kalimantan-news.com, Jumat (6/1/2012).<br /><br />Untuk besaran dana BOS 2011, per siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) dihitung Rp 397 ribu, untuk 2012 menjadi  Rp 580 per siswa pertahun. Sementara, untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs), sebelumnya Rp 570 ribu, pada BOS 2012 menjadi  Rp 710 ribu per siswa pertahun. <br /><br />“Baik negeri maupun swasta kenaikan BOS sama, yakni sebesar hampir 40 persen. Sama dengan dana BOS diterima sekolah umum lainnya karena BOS ini sifatnya nasional,” kata dia.<br /><br />Penyaluran dan pengelolaan dana BOS untuk MI Negeri maupun MTs  Negeri dikelola langsung sekolah masing-masing. <br /><br />“Artinya dana BOS itu masuk kedalam DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) sekolah masing-masing dan sepenuhnya dikelola sekolah,” imbuhnya.<br /><br />Sementara, untuk 16 madrasah swasta terdiri dari tujuh MI dan sembilan MTs dana BOS juga langsung dikelola sekolah masing-masing.<br /><br />“Namun sistem penyalurannya yang berbeda,” kata dia.<br /><br />Dana Tersebut menruutnya masuh melalui rekening madrasah yang ditransfer langsung oleh Kanwil (Kantor Wilayah) Kementreian Agama Provinsi. <br /><br />“Madrasah swasta mendata dulu jumlah siswanya, dilaporkan per triwulan dan biasanya pertengahan januari dana BOS itu langsung dikirim ke rekening sekolah masing-masing sejumlah siswa yang ada disekolah itu,” jelasnya.<br /><br />Sekolah kemudian mengambil dana BOS itu melalui bank Kalbar, kemudian sekolah dengan petunjuk dan aturan yang ada mengelola dana itu. <br /><br />“Peruntukan dana BOS itu sebelumnya dan saat ini pada dasarnya tidak ada perbedaan, dipetunjuk itu jelas, untuk apa saja dana itu,” imbuhnya.<br /><br />Yang jadi persoalan memang sekolah dengan siswa yang sedikit seperti dicontohkan dia Al-Muhajirin Pandan, jumlah siswanya hanya 110 anak, mereka hanya menerima Rp 10.917.500 pertriwulan untuk tahun lalu. <br /><br />“Dengan dana segitu mereka harus mengelola selama tiga bulan. Alhamdulillah dengan kenaikan yang signifikan ini, sekolah yang siswanya sedikit agak lega,” ucapnya.<br /><br />Secara keseluruhan total siswa MI sebanyak 1562 siswa terbagi MI Negeri sebanyak 700 siswa dan MI swasta ada tujuh sekolah dengan total siswanya 862 siswa.  <br /><br />Selanjutnya untuk MTs Negeri berjumlah 453 siswa dan MTs swasta berjumlah 783 sehingga totalnya berjumlah 1235. <br /> <br />“Selain dana BOS nasional, di Kabupaten Sintang juga ada BOS daerah sehingga sekolah sangat terbantu dengan dukungan dana itu,” ucapnya. <strong>(*)</strong></p>

Berita Terkait

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi
Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan
Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu
Politisi Partai Gerindra Tekankan CSR Tak Lagi Seremonial, Harus Fokus Pemulihan Lingkungan dan Pemberdayaan SDM
Aksi Bersih Serentak di Tiga Titik, Melawi Gaspol Sambut HPSN 2026 dan Ramadan
Bupati Tekankan Komitmen dan Eksekusi Program “11.12 GASPOL” pada Forum RKPD Barito Utara 2027
Kadis Kominfo dan Persandian Bulungan Hadiri Musrenbang

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:39 WIB

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG

Senin, 16 Februari 2026 - 21:23 WIB

Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi

Senin, 16 Februari 2026 - 16:56 WIB

Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:03 WIB

Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:44 WIB

Politisi Partai Gerindra Tekankan CSR Tak Lagi Seremonial, Harus Fokus Pemulihan Lingkungan dan Pemberdayaan SDM

Berita Terbaru