Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi Kalteng Rudiansyah Iden mengatakan sebanyak 427 dari 1.500 desa yang ada di provinsi itu telah memiliki perpustakaan dengan jumlah buku mencapai 1.000 eksemplar. <p style="text-align: justify;">"Dari jumlah buku tersebut tercatat sekitar 500 judul dari berbagai bidang ilmu pengetahuan," kata Rudiansyah Iden di Palangka Raya, Jumat.<br /><br />Namun sangat disayangkan perpustakaan desa tersebut belum mendapat dukungan bahkan terkesan dibiarkan oleh kepala desa maupun perangkat desa setempat, katanya.<br /><br />"Sebagian kecil saja kepala desa yang mau mengelola dan mengembangkan perpustakaan itu dengan meminta bantuan dari beberapa perusahaan agar menambah jumlah maupun judul buku," tambahnya.<br /><br />Ia mengungkapkan pembentukan perpustakaan tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dengan memberikan 1.000 buku, meja dan kursi membaca serta mesin tik.<br /><br />Mengenai lokasi perpustakaan, lanjut Iden, di kantor ataupun rumah masyarakat yang mudah dijangkau dan ramai penduduk, sedangkan pengelolaannya dengan melatih satu orang masyarakat setempat.<br /><br />"Sekarang ini kami sedang berupaya berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota se-Kalteng agar menganggarkan honor untuk pengelola perpustakaan," katanya.<br /><br />Ia mengungkapkan bahwa pada tahun ini akan kembali dibentuk 50 perpustakaan desa dengan anggaran Rp1,1 miliar, bantuan dari Pemerintah Pusat.<br /><br />Dibentuknya perpustakaan desa juga sebagai upaya menyukseskan Program "Kalteng Harati" atau "Kalteng Cerdas". Kehadiran perpustakaan tersebut akan meningkatkan niat baca dan pengetahuan masyarakat.<br /><br />"Target pemprov semua desa yang berjumlah 1.500 desa di Kalteng memiliki perpustakaan tanpa terkecuali," ucap Iden seraya berharap agar pemerintah pusat tetap memberikan anggaran untuk merealisasikannya.<strong> (das/ant)</strong></p>


















