BPBD Banjar Simulasikan Kewaspadaan Banjir

oleh

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar mensimulasikan kewaspadaan terhadap bencana banjir, mengingat belakangan ini terjadi hujan hampir setiap hari yang berpotensi menimbulkan banjir. <p style="text-align: justify;">Kepala Bagian Publikasi Humas Kabupaten Banjar, Yanto Sugianto kepada ANTARA, Rabu mengatakan simulasi itu dilakukan untuk mengantisipasi bila terjadi musibah banjir yang memang hampir tiap tahun di rasakan di wilayah tersebut.<br /><br />Dijelaskan, Kabupaten Banjar merupakan wilayah terluas ketiga di Provinsi Kalimantan Selatan , Selain Luas wilayah ini juga terkenal sebagai wilayah yang memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap suatu bencana khususnya bencana banjir dan puting beliung.<br /><br />"Banyak langkah yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Banjar untuk meminimalisir jumlah kerugian saat datangnya bencana, baik itu kerugian secara material maupun korban jiwa," katanya.<br /><br />Oleh karena diperlukan simulasi bencana yang dilaksanakan di Kecamatan Sungai Tabuk, yang merupakan tempat yang tepat untuk melakukan simulasi banjir ini, karena pada setiap tahunnya wilayah tersebut sebagian besar wilayahnya tergenang oleh banjir.<br /><br />Pada Kegiatan Simulasi ini terlihat Asisten III Provinsi Kalimantan Selatan yang Mewakili Gubernur Kalimantan Selatan, Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan Aksan Zuzaima, Wakil Bupati Banjar DR H Ahmad Fauzan Shaleh, Wakil DPRD Banjar Drs Suryanto, Kepala BPBD Kabupaten Banjar H Noor Sunarto SSos.<br /><br />Untuk membuka kegiatan simulasi banjir ini Wakil Bupati Banjar menyampaikan sambutannya bahwa kegiatan simulasi ini tentunya sangat bernilai positif bagi kepentingan masyarakat dalam meningkatkan kesiapan dan kesigapan Tim SAR, Tagana, PMI, BPBD, Dinas Sosial, TNI , Polri Dan Masyarakat untuk menanggulangi bencana yang selalu ada di wilayah Kabupaten Banjar.<br /><br />Apalagi pada tahun ini wilayah Kalimantan Selatan memiliki curah hujan yang tinggi tentunya dapat memicu terjadinya bencana banjir khususnya untuk wilayah Kabupaten Banjar yang sebagian besar masyarakatnya bermukim di wilayah berdataran rendah seperti di pinggiran sungai dan daerah rawa.<br /><br />Sebagai Ketua Panitia Penyelenggara H Noor Sunarto S,sos mengatakan maksud simulasi dan pelatihan penanggulangan bencana banjir tersebut agar terjalin koordinasi yang baik dari semua pihak terkait dan masyarakat jika banjir betul-betul terjadi.<br /><br />Ia Juga menjelaskan pada simulasi penanggulangan banjir di kecamatan Sungai Tabuk ini akan diikuti sekitar 550 orang dari berbagai elemen seperti tim SAR, Tagana, PMI, BPBD, Dinas Sosial, TNI ,Polri, Serta Masyarakat , dan halaman pemancar RRI yang ada Kec.Sungai Tabuk dijadikan sebagai posko evakuasi korban banjir, dapur umum dan penanganan medis. <strong>(phs/Ant)</strong></p>