BPBD : Banjir Di Sintang Mulai Surut

oleh

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Martin Nandung mengatakan banjir yang melanda beberapa kecamatan di kabupaten itu mulai surut. <p style="text-align: justify;">"Kecamatan Ketungau Hulu yang pertama dilanda banjir, ketinggian air terakhir tinggal beberapa centimeter saja," kata dia di Sintang, Kamis.<br /><br />Begitu pula di Kecamatan Ketungau Tengah, Hilir, Sepauk, Sintang dan sejumlah daerah lainnya yang terkena banjir.<br /><br />"Namun harus tetap waspada karena potensi banjir itu masih ada," kata dia.<br /><br />Ia melanjutkan, dalam perjalanan memantau banjir di Ketungau Hulu menggunakan jalur sungai, banyak tanaman karet dan padi warga yang tergenang sehingga tidak bisa diambil hasilnya.<br /><br />Sementara, kata dia, rumah-rumah warga yang diperkirakan lebih dari 200 unit juga terendam air.<br /><br />"Perkiraan awal kami ada lebih dari seribu hektare yang tergenang selama beberapa hari ini, begitu juga dengan rumah yang tergenang sehingga sebagian ada yang mengungsi," jelasnya.<br /><br />Kondisi itu, menurutnya, jelas membuat masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari hasil pertanian kehilangan penghasilan.<br /><br />"Karet tidak bisa ditoreh, padi terancam gagal panen, makanya kami juga sedang memikirkan untuk menyalurkan bantuan logistik ke masyarakat," kata dia.<br /><br />Menurutnya, untuk mendistribusikan logistik, saat ini sarana transportasi darat tidak bisa digunakan sehingga pihaknya masih mencari angkutan air agar bisa sampai ke masyarakat yang membutuhkan.<br /><br />"Karena beberapa ruas jalan menuju Ketungau Hulu masih ada yang terputus," jelasnya.<br /><br />Ia memperkirakan air masih akan naik untuk kecamatan yang ada di hilir Sungai Kapuas.<br /><br />"Karena banjir di Kapuas Hulu mulai surut, dampaknya tetap kita yang berada di hilir sungai," kata dia.<br /><br />Awalnya, kata Nandung, Kecamatan Ketungau Hulu dan Ketungau Tengah bukan merupakan lokasi rawan banjir karena banjir besar yang terjadi tahun lalu ternyata tidak berdampak signifikan terhadap dua kecamatan itu.<br /><br />"Di Sintang ini ada beberapa kecamatan yang rawan banjir karena pemukiman banyak berada di pinggiran sungai seperti Kecamatan Sintang, Tempunak, Sepauk, Kayan Hilir, Binjai dan Ketungau Hilir, tapi ternyata yang kena duluan tahun ini adalah Ketungau Hulu," jelasnya.<br /><br />Sebenarnya, lanjut Martin, banjir serupa pernah terjadi pada tahun 2002 lalu di Ketungau Hulu, ketika itu kondisi air lebih tinggi dari sekarang.<br /><br />"Makanya sudah beberapa tahun tidak banjir, kecamatan itu tidak masuk kategori rawan, tapi sekarang sepertinya kondisinya sudah beda," imbuhnya.<br /><br />Bahkan pada awal banjir melanda, yang terlebih dahulu terkena banjir adalah Desa Jasa dan Desa Nanga Bayan yang berada tepat di garis batas Indonesia-Malaysia.<br /><br />"Waktu itu terjadi banjir bandang, dalam semalam ketinggian air sudah mencapai 1,5 meter, bahkan kemudian menyusul sampai ke Sungai Kelik hingga ke Senaning yang kedalamannya mencapai dua meter," ucapnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>