BPBD Gelar Sosialisasi Dan Latihan Posko Bencana

oleh

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, selama 2 hari tanggal. 16-17 April 2013, mengggelar sosialisasi Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) Sintang tentang Prosedur Tetap Penanganan Tanggap Darurat Bencana, sekaligus gelar latihan Posko Penanggulangan Bencana. <p style="text-align: justify;">Acara sosialisasi yang berlangsung di Balai-Ruai, menghadirkan orang nomor 1 di Direktorat Tanggap Bencana Badan Nasional Penenggulangan Bencana RI, Tri Muli Budiarto, dan Kasubbid Logistik BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Supardi. <br /><br />"Ada perbedaan antara BPBD dengan instansi lain. BPBD tidak boleh kaku dalam menangani Tupoksinya," ungkap Tri Muli pada pembukaan kegiatan sosialisasi.<br /><br />Dirinya mencontohkan, dalam berbagai kasus bencana besar yang terjadi di tanah air seperti peristiwa Tsunami di Aceh, demikian banyak partisipasi dari pihak luar dalam penanggulangan bencana tersebut.<br /><br />"Banyak sekali personil dan kendaraan negara luar yang hadir disana. Dalam kondisi seperti itu, tidak perlu dilakukan pemeriksaan ke imigrasian dan mengurus izin masuk kendaraan asing," ujarnya. Dalam penganggulangan bencana, lanjutnya gerak cepat dan efektifitas sangat diutamakan.<br /><br />"Dalam kondisi darurat, aturan-aturan umum dapat diabaikan dahulu. Belajarlah dari Operasi Militer. Karena dalam UU-Militer pun, kegiatan Penanggulangan Bencana tergolong dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP)," tegasnya.<br /><br />Dijelaskan, dalam hal bencana terdapat dua klasifikasi yakni bencana yang dapat dideteksi dan yang tidak.</p> <p style="text-align: justify;"><img src="../../data/foto/imagebank/20130417073723_BFB6E19.JPG" alt="" width="638" height="423" /><br /><br />"Ada Bencana yang dapat diditeksi, ada juga yang tidak. Bencana yang dapat diditeksi, seperti bencana gunung merapi dan kabut asap. Gunung berapi dapat dimonitor dan bahkan ada pengklasifikasian bahaya I, II dan III. Untuk kabut asap, dapat dilihat dari laporan satelit tentang keberadaan hot-spot dan datangnya surat keluhan dari pemerintah Malaysia, karena mendapat kiriman asap dari Indonesia. Bencana yang tidak dapat diduga, contohnya seperti gempa bumi," jelasnya.<br /><br />Sementara Sekda Sintang H. Zulkifli,  menegaskan kepedulian Pemerintah Kabupaten Sintang terhadap Penanggulangan Bencana, dibuktikan dengan dibentuknya Perda No. 6 Tahun 2012 tentang BPBD Kabupaten Sintang. <br /><br />"Bukti lain, adalah dibuatnya Raperbup tentang Prosedur Tetap Penanganan Tanggap Darurat Bencana. Jabatan Sekda, secara Ex Officio dalam struktur Penanggulangan Bencana di Tingkat Kabupaten adalah sebagai penanggung-jawab," ujar Sekda.<br /><br />Ditempat yang sama, Kepala BPBD Sintang, Martin Nandung, menjelaskan bahwa latar belakang dari diselenggarakannya sosialisasi ini, antara lain untuk menyamakan persepsi dan pemahaman peraturan, sekaligus mensosialisasikan Tupoksi BPBD. Disamping itu, juga untuk membangun jejaring kerja dengan multi sektor terkait. <br /><br />"Dengan begitu, keberadaan BPBD sebagai leading-sector dalam penanggulangan bencana semakin diperlukan dan dirasakan," terangnya.</p> <p style="text-align: justify;"><img src="../../data/foto/imagebank/20130417073655_0FD6BB2.JPG" alt="" width="641" height="423" /></p> <p style="text-align: justify;">Tentang perlengkapan yang telah dimiliki oleh BPBD Sintang, Martin Nandung mengungkapkan, sementara pihaknya  telah memiliki sejumlah Tenda Posko, Tenda Pengungsi, Perahu Karet, Velbet, serta sarana trasportasi sungai dan perlengkapan dapur darurat.<br /><br />Hadir dalam sosialisasi Raperbup, sejumlah unsur SKPD terkait, dari Kodim 1205, Batalyon Infantri 642 Kapuas, Polres Sintang, serta para Camat yang wilayahnya langganan bencana banjir.<br /> <br />Untuk latihan gelar Posko Bencana dan Search and Rescue (SAR), dilaksanakan di Danau Sengkuang Desa Merti Guna. Latihan ini diikuti oleh puluhan personil yang terdiri dari unsur BPBD, Kodim 1205, Batalyon Infantri 642 Kapuas, Polres Sintang, Manggala Agni Kementerian Kehutanan dan Satpol PP. Peragaan yang dilakukan, antara lain mendirikan tenda Posko Bencana dan oparasi SAR di Danau Sengkuang. Kegiatan ini, dilengkapi dengan tenda dan perahu karet. <strong>(phs)</strong></p>