BPBD Kalteng Susun Rencana Antisipasi Kemarau Panjang

oleh

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah, Mugeni mengaku sedang mempersiapkan berbagai rencana mengantisipasi terjadinya kemarau panjang yang dapat mengakibatkan lahan gambut terbakar. <p style="text-align: justify;"><br />"Kami akan menyesuaikan dan mengevaluasi rencana aksi di tahun 2012, dan mengadakan rapat koordinasi dengan instansi kabupaten kota untuk menghadapi musim kemarau," katanya di Palangka Raya, Selasa.<br /><br />Namun dirinya menegaskan bahwa BPBD siap menghadapi dan mengantisipasi terjadi kemarau dengan menunggu prediksi dari Badan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalteng. Di mana pihaknya ingin mendapatkan informasi kapan dan di wilayah mana musim kemarau yang perlu penanganan ekstra.<br /><br />Meski begitu Kepala BPBD Kalteng itu mengharapkan dukungan personil dari instansi lain dalam menghadapi musim kemarau mendatang. Sebab dirinya memprediksi musim kemarau di tahun 2013 akan mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2012.<br /><br />“Mengantisipasi agar musim kemarau tidak menyebabkan kebakaran lahan harus jadi tanggungjawab semua pihak. Tanpa adanya dukungan dari Kabupaten Kota, BPBD tidak akan bisa bekerja secara optimal,” ucap Mugeni.<br /><br />Ia mengatakan mengenai hujan buatan akan terus mengupayakan agar posko hujan buatan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tetap berada di Palangka Raya. Hanya upaya tersebut akan sulit terlaksana sebab Kalteng sudah dua tahun berturut-turut dijadikan posko hujan buatan.<br /><br />Apalagi provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan juga mengharapkan agar posko hujan buatan tersebut dilakukan secara bergiliran di tahun 2013.<br /><br />"Kami punya alasan dan pertimbangan posko hujan buatan harus tetap di Palangka Raya. Lahan gambut di Kalteng kan lebih luas dibandingkan provinsi lain di Kalimantan, jadi ancaman terjadinya kebakaran lebih besar," demikian Mugeni.<strong> (das/ant)</strong></p>