BPBD Kutai Imbau Warga Waspadai Bahaya Kebakaran

oleh

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mengimbau warga agar mewaspadai kebakaran, menyusul kondisi daerah itu yang telah memasuki musim kemarau. <p style="text-align: justify;">"Mengingat, mulai Juli hingga November 2014 wilayah kita memasuki musim kemarau, maka kami mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan dini terhadap bahaya kebakaran," ungkap Kepala BPBD Kutai Kartanegara Darmansyah, Kamis sore.<br /><br />Langkah-langkah yang harus dilakukan warga, kata Darmansyah, yakni sebelum meninggalkan rumah atau sebelum tidur, terlebih dahulu memastikan kompor sudah aman, melakukan peremajaan atau mengganti kabel listrik yang telah berusia 20 tahun, serta menyiapkan tabung apar atau alat pemadam kebakaran berukuran 5 kilkogram di setiap rumah.<br /><br />"Jika terjadi kebakaran, kami minta warga agar segera menghubungi nomor telepon BPBD Kutai Kartanegara 0542-661009. Kami menyiapkan personel selama 24 jam untuk melayani masyarakat jika ada informasi terkait musibah," kata Darmansyah.<br /><br />Imbauan itu dilakukan, lanjut Darmansyah, menyusul kerawanan terjadinya kebakaran di Kabupaten Kutai Kartanegara.<br /><br />Pada Kamis siang sekitar pukul 13.45 Wita kebakaran kembali terjadi di Jalan Sinopati Awang Long, RT 02 Kelurahan Sukarame, menghanguskan tiga rumah, salah satunya rumah bangsalan dengan dua pintu.<br /><br />"Akibat kebakaran tersebut, tiga kepala keluarga terpaksa kehilangan tempat tinggal. Kami belum tahu jumlah jiwanya karena penghuni rumah yang terbakar tersebut tengah mudik lebaran. Jadi, saat kebakaran rumah itu dalam keadaan kosong. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan polisi," ungkap Darmansyah.<br /><br />Sebelumnya, pada malam takbiran, Minggu (27/7) sekitar pukul 21.30 Wita hingga Senin (28/7) dini hari kebakaran menghanguskan 54 rumah warga di Desa Jembayan, RT 7 Dusun 1 Gunung Habang, Kecamatan Loa Janan.<br /><br />Kebakaran di jalan poros Jembayan-Loa Janan yang menyebabkan 54 keluarga atau sekitar 200 jiwa kehilangan tempat tinggal itu diduga disebabkan oleh petasan yang dimainkan oleh sejumah anak dan mengenai kedai bensin eceran.<br /><br />"Jadi, sekali lagi kami mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran sebab dalam sepekan tarkhir, telah terjadi dua kali musibah kebakaran, apalagi saat ini sudah memasuki musim kemarau," kata Darmansyah. <strong>(das/ant)</strong></p>