BPBD Kutai Salurkan Bantuan 10 Ton Beras

oleh

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menyalurkan bantuan 10 ton beras kepada korban banjir di Muara Kaman, Senin. <p style="text-align: justify;">Bantuan yang diserahkan Wakil Bupati Haji M. Ghufron Yusuf didampingi Kepala BPBD Kutai Kartanegara Darmansyah, diterima oleh Camat Muara Kaman Izhar Noor.<br /><br />Bantuan untuk korban banjir di Kecamatan Muara Kaman, kata Darmansyah, disalurkan dalam dua tahap.<br /><br />Pada tahap pertama, bantuan yang disalurkan, yakni 1 ton beras, 195 kilogram, 195 dus mi instan, 195 kotak teh, dan 195 liter minyak goreng.<br /><br />Bantuan tahap kedua, masih dalam pendistribusian hingga Senin siang, berupa 9.514 kilogram beras, 1.948 dus mi instan, 1.948 kotak teh, 1.948 kilogram gula, dan 1.948 liter minyak goreng.<br /><br />"Jadi, jika ditotal beras bantuan dari tahap pertama dan kedua mencapai 10 ton untuk korban banjir di Muara Kaman," ujar Darmansyah di halaman kantor Desa Muara Kaman Ulu sebagai lokasi penyerahan bantuan tersebut.<br /><br />Sebelumnya, BPBD Kutai Kartanegara, lanjut Darmansyah, juga telah menyerahkan bantuan untuk korban banjir di Kecamatan Tabang, Kembang Janggut, Kenohan, Muara Wis, serta KecamatanKota Bangun.<br /><br />Saat ini, kata dia, tim BPBD Kutai Kartanegara terus memantau kondisi banjir yang sudah berlangsung sejak sepekan terakhir di beberapa.<br /><br />Meski banjir yang terjadi itu merupakan banjir musiman, Wakil Bupati Kutai Kartanegara H.M. Ghufron Yusuf mengajak masyarakat tetap menjaga ekosistem.<br /><br />"Ekosistem yang sudah ada kita jaga sama-sama dan mari kita juga laksanakan gerakan satu orang menanam lima pohon yang merupakan program penghijauan yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Kaltim. Sebab, salah satu kegunaan pohon ini adalah sebagai resapan air," kata Ghufron.<br /><br />Ia berharap bantuan itu bermanfaat untuk membantu kebutuhan warga selama banjir.<br /><br />"Jangan dilihat dari jumlahnya, tetapi semoga bantuan ini bisa meringankan beban warga yang tertimpa musibah banjir," ungkap Ghufron.<br /><br />Sementara itu, Camat Muara Kaman Izhar Noor mengatakan bahwqa ada 13 desa di daerahnya yang terendam dengan ketinggian rata-rata 1,5 meter.<br /><br />Namun, lanjut Izhar Noor, banjir musiman yang melanda Kecamatan Muara Kaman tersebut tidak sampai menelan korban jiwa.<br /><br />"Sebagian besar Warga tetap bertahan di rumah mereka masing-masing dengan membuat ‘para-para’ atau lantai di dalam rumah untuk menaruh barang rumah tangga, dan warga tetap beraktivitas seperti biasa," katanya.<br /><br />Walaupun sejumlah fasilitas umum seperti sekolah dan rumah ibadah terendam, kata Izhar Noor, masih bisa digunakan karena konstruksiya sudah dibuat tinggi untuk mengantisipasi banjir.<br /><br />"Aktivitas belajar mengajar tetap berjalan normal meski anak sekolah harus mengeluarkan biaya lebih untuk transportasi menggunakan perahu bermotor menuju sekolah. Dalam kondisi normal, mereka bisa menuju sekolah dengan berjalan kaki atau bersepeda," kata Izhar.<br /><br />Banjir yang terjadi di Kecamatan Muara Kaman, kata Izhur Noor, merupakan siklus lima tahunan akibat pasang tertinggi Sungai Mahakam bersamaan dengan pasang laut plus tingginya curah hujan di hulu sungai tersebut.<br /><br />Banjir akibat pasang Sungai Mahakam yang melanda sembilan kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara berlangsung sejak Jumat (19/4). <strong>(das/ant)</strong></p>