BPH-MIGAS Desak Pertamina Bangun SPBU Di Perbatasan

oleh

Wakil Ketua Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) M Fansrullah ASA mendesak, PT Pertamina membangun stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kawasan perbatasan Kalimantan Barat. <p style="text-align: justify;">"Harusnya Pertamina membangun SPBU di kawasan-kawasan perbatasan Kalbar yang saat ini belum tersentuh," kata M Fansrullah ASA di Pontianak, Selasa.<br /><br />Ia menjelaskan, akibat belum tersedianya SPBU di kawasan-kawasan perbatasan Kalbar, sehingga masyarakat disana membeli BBM bersubsidi dengan harga yang cukup mahal, karena ditambah ongkos kirim.<br /><br />"Menurut informasi yang saya peroleh, malah ada sekitar 25 kiloliter BBM luar yang masuk di kawasan perbatasan Kalbar," ungkapnya.<br /><br />Wakil Ketua BPH Migas menambahkan, kuota BBM bersubsidi untuk Provinsi Kalbar tahun 2013 sebesar 937 ribu kiloliter, diantaranya sebanyak 576 ribu kiloliter premium, dan sisanya solar sekitar 361 kiloliter.<br /><br />"Untuk kuota BBM bersubsidi tahun 2014 bagi Provinsi Kalbar, sepertinya tidak mengalami perubahan, karena kuota nasional diprediksi juga tidak berubah," ujarnya.<br /><br />Menurut dia, dengan pertambahan penduduk, industri dan kendaraan bermotor maka kuota BBM bersubsidi yang tetap seperti tahun sebelumnya bisa saja kurang, sehingga distribusi BBM bersubsidi harus benar-benar tepat sasaran dan perlu pengawasan secara ketat.<br /><br />"Kami sudah membentuk satuan tugas yang anggotanya dari berbagai elemen untuk melakukan pengawasan distribusi BBM dan gas bersubsidi, tetapi perlu ditingkatkan lagi," kata Fansrullah.<br /><br />Selain itu, pengawasan dengan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) atau pengawasan pemakaian BBM bersubsidi dengan kartu pembelian BBM subsidi juga mendesak segera dilaksanakan dalam menekan penyelewengan BBM bersubsidi.<br /><br />Menurut data yang ada, saat ini PT Pertamina memiliki sekitar 96 unit SPBU, dan 15 unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) yang tersebar di 14 kabupaten/kota di Kalbar. Sementara untuk perusahaan pendamping PT Aneka Kimia Raya (AKR), sebanyak 15 unit SPBU, dan 13 unit SPBKB (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Khusus Bersubsidi). <strong>(das/ant)</strong></p>