BPJS Kalbar Serahkan Rp2 Triliun Ke Askes

oleh

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Kalimantan Barat, menyerahkan aset sebesar Rp2 triliun kepada PT Askes sebagai tindak lanjut dari transformasi Jamsostek menjadi BPJS Ketenagakerjaan. <p style="text-align: justify;">Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kalbar, Novias Dewo mengatakan, pihaknya per 31 Desember 2013 kemarin telah menyerahkan seluruh data, aset, maupun dana segar sebesar Rp2 triliun ke PT Askes yang saat ini menjadi penyelenggara jaminan kesehatan.<br /><br />"Penyerahan aset tersebut sudah sesuai prosedur yang juga dilakukan di tingkat pusat, sehingga kami tinggal melaksanakan saja," ujarnya.<br /><br />Dewo menjelaskan, dengan demikian semua hal yang terkait jaminan kesehatan, manfaat maupun pelayanannya tidak menjadi tanggung jawab pihaknya lagi seperti yang diamanahkan undang-undang tentang jaminan kesehatan nasional (JKN).<br /><br />"Semuanya sudah diserahkan ke mitra kerja kita jadi tinggal dilaksanakan saja, nantinya layanan kami terkait jaminan kesehatan hanya sebatas memberikan informasi terkait prosedur untuk ke BPJS Kesehatan," ungkapnya.<br /><br />Menurut Dewo, semua beban yang terhitung sampai 31 Desember 2013 dengan seluruh mitra kerja seperti klinik, puskesmas, dan rumah sakit sudah diselesaikan dan kalaupun masih ada yang tertinggal sampai melebihi tanggal tersebut sudah menjadi kewajiban PT Askes sebegai penyelenggara jaminan kesehatan untuk menyelesaikannya.<br /><br />Untuk itu, dia berharap, semua pengguna jaminan kesehatan dari Jamsostek sebelumnya tidak perlu panik atau bingung terkait perubahan itu, karena semua yang terkait transformasi ini sudah dipersiapkan jauh hari sebelumnya.<br /><br />BPJS Ketenakerjaan, membuka pintu untuk memberi informasi, Dewo meyakini PT Askes selaku penyelenggara jaminan kesehatan nasional akan memberikan layanan prima dan profesional sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab yang diembannya.<br /><br />"Saya yakin akan berjalan dengan lancar dan semua ini bertujuan agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat Indonesia seluas-luasnya," ujar Dewo.<br /><br />Dalam kesempatan itu, Dewo menyatakan, hingga tiga bulan pertama ini semua pemegang kartu jaminan kesehatan dari Jamsostek masih dapat mempergunakannya sampai mendapatkan kartu dari BPJS Kesehatan.<br /><br />Untuk layanan kesehatan baik klinik, puskesmas, maupun rumah sakit bahkan optik pun masih tetap sama, tidak ada perubahan, termasuk tentang tarif semuanya masih tetap seperti pelayanan Jamsostek sebelumnya, katanya.<br /><br />"Insya Allah proses transformasi berjalan lancar hingga tiga bulan ke depannya yang kami dianggap cukup untuk proses adaptasi," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>