Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Ali Masykur Musa menuturkan sistem yang kuat akan menghindari perbuatan korupsi yang mengakar di Indonesia. <p style="text-align: justify;">Menurut Ali Masykur Musa disela kunjungan ke Pontianak, Kamis, korupsi disebabkan personil suka korupsi sehingga menjadi karakter.<br /><br />"Tapi kalau sistemnya kuat maka bisa dihindari. Meski orang tidak ada moralitas, tapi sistem harus ketat, jangan tajam ke bawah, tumpul ke atas," katanya.<br /><br />Ia melanjutkan, dibutuhkan pula kolaborasi serta kerja sama kalau kita mau menghentikannya.<br /><br />Ia menambahkan, secara deklaratif mengapa keuangan bangsa tidak bisa diselamatkan karena moralitas bangsa semakin menurun maka korupsi semakin merajalela.<br /><br />"Bahwa Indonesia adalah surplus demokrasi, tapi minus moralitas," katanya.<br /><br />Pada masa Orde Baru, sentralisasi korupsi menjadi bagian dalam pemerintahan. Namun setelah 15 tahun kita reformasi, patut dipertanyakan apakah korupsi cenderung menurun.<br /><br />Faktanya, ada ratusan kepala daerah yang tersangkut masalah hukum dan ada pula yang ditahan aparat.<br /><br />Korupsi, lanjut dia, bukan hanya di sektor hilir, namun juga hulu. Misalnya pajak yang harusnya masuk negara namun tidak masuk, begitu juga sumber daya alam yang lolos dari penerimaan negara.<br /><br />Anggaran negara yang terus meningkat pun tidak menjamin karena banyak digerogoti oleh koruptor.<br /><br />Rektor Untan Prof Thamrin Usman DEA menambahkan, moralitas dan keuangan negara rasanya tidak ada keterkaitan dengan bidang ekonomi.<br /><br />Namun faktanya sangat berkaitan karena berkenaan dengan akuntabilitas keuangan. <strong>(das/ant)</strong></p>


















