Home / Tak Berkategori

BPKP Kalbar Temukan Kerugian Negara Rp190,5 Miliar

- Jurnalis

Kamis, 28 Juli 2011 - 19:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kalimantan Barat, menemukan indikasi kerugian negara sekitar Rp190,5 miliar dari 77 kasus hasil audit sejak tahun 2002 – 2010 di 14 kabupaten/kota provinsi itu. <p style="text-align: justify;">"Hasil audit kami sejak 2002-2010 rata-rata ditemukan kasus indikasi kerugian negara di 14 kabupaten/kota di Kalbar," kata Auditor BPKP Kalbar Sukarni di Pontianak, Kamis.<br /><br />Ia menjelaskan, dari 77 kasus tersebut, 23 diantaranya sudah ditanggani pihak kepolisian, 49 kasus lainnya ditanggani oleh kejaksaan dan lima kasus ditanggani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.<br /><br />Semua kasus yang terdata di BPKP Kalbar, menurut dia, akumulasi dari kasus-kasus yang lama dan sudah maju dalam proses persidangan hingga hingga putus perkaranya.<br /><br />Kerugian negara akibat tindak pidana korupsi yang cukup besar, diantaranya korupsi PSDH-DR (Penahanan Provisi Sumber Daya Hutan dan Dana Reboisasi) di Kabupaten Ketapang dan Sanggau dengan kerugian negara sekitar Rp39 miliar.<br /><br />Atas temuan tersebut, dia mengaku, pihaknya sering diminta sebagai saksi ketika kasusnya dimajukan di persidangan, dan tidak sedikit juga diminta penyidik untuk melengkapi bukti-bukti pendukung.<br /><br />Menurut dia, saat ini BPKP Kalbar sedang menangani kasus ADD (Alokasi Dana Desa) di Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Pontianak serta Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri di Kabupaten Pontianak dan Dana Alokasi Khusus di Kota Pontianak.<br /><br />"Kasus-kasus tersebut kini sudah ditangani oleh penyidik, kami hanya sebatas melaporkan temuan dan penyimpangan sehingga merugikan negara," ungkapnya.<br /><br />Sebelumnya, Kepala BPKP Perwakilan Kalbar Bambang mengatakan, dari hasil pantauannya, sebagai daerah otonom yang baru terbentuk, telah menunjukkan berbagai perkembangan pembangunan yang cukup signifikan.<br /><br />"Namun, jika dalam laporannya banyak yang tidak sesuai tentu akan mendapat nilai rendah dari pemerintah pusat," katanya.<br /><br />Bambang berharap, para SKPD di kabupaten/kota Kalbar memperbaiki laporan pengelolaan keuangan agar lebih baik lagi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Pemkab Malinau Mulai Persiapan Pelaksanaan Safari Ramadhan 1477 H
Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025
Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur
Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak
Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas
Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai
Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen
Realisasi APBD 2025 Kecil, Bupati Sintang Minta OPD Sering Rapat Evaluasi

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:57 WIB

Pemkab Malinau Mulai Persiapan Pelaksanaan Safari Ramadhan 1477 H

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:57 WIB

Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:29 WIB

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:15 WIB

Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:12 WIB

Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas

Berita Terbaru

Kepala Desa Paal, H. Sukarman saat menerima Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus. (Dedi Irawan)

Berita

Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025

Kamis, 15 Jan 2026 - 19:57 WIB