BPKP Kalsel Sarankan Tarif PDAM Balangan Naik

oleh

Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, menyarankan agar Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Balangan menaikkan tarif air bersih. <p style="text-align: justify;">Saran naik tarif itu disampaikan setelah BPKP melakukan audit terhadap PDAM Kabupaten Balangan,kata Direktur PDAM Balangan, Sundoyo di Paringin, ibu kota Balangan, Senin.<br /><br />Dengan mempertimbangkan saran BPKP itu maka pihaknya kini sedang menyusun rencana kenaikan tarif air bersih.<br /><br />"Rencananya kenaikan tarif air bersih akan kita berlakukan secara bertahap sebanyak tiga kali setiap enam bulan sekali dimulai pada Januari 2012 mendatang," ujarnya.<br /><br />Saat ini, tarif air bersih yang diberlakukan oleh PDAM Balangan untuk pelanggan rumah tangga sebesar Rp1.800 per meterkubik.<br /><br />Mulai Januari 2012 mendatang akan dinaikkan menjadi Rp2 ribu dan setelah enam bulan akan kembali dinaikkan menjadi Rp2.200, kemudian memasuki Januari 2013 akan kembali dinaikan menjadi Rp2.500.<br /><br />"Patokan tarif Rp2.500 itu masih di bawah Harga Pokok Produksi Air yang berdasarkan hasil audit BPKP Kalsel di peroleh perhitungan sebesar Rp4.348,85," katanya.<br /><br />Namun untuk menaikkan tarif air bersih hingga sesuai dengan Harga Pokok Produksi Air hasil perhitungan BPKP Kalsel di pandang akan sangat memberatkan masyarakat sebagai pelanggan.<br /><br />Atas pertimbangan itu pulalah rencana kenaikan yang akan diberlakukan lantas dilakukan secara bertahap, sebanyak tiga tahapan dengan jangka waktu pemberlakukan perenam bulan sekali.<br /><br />"Kita tidak bisa menerapkan kebijakan menaikkan tarif air bersih secara mendadak karena hal itu akan membuat pelanggan terkejut dan sangat mungkin keberatan atau terjadi penolakan," tambahnya.<br /><br />Untuk menaikkan tarif air bersih, harus dipertimbangkan pula kesiapan para pelanggan sehingga tidak sampai mengganggu rencana anggaran rumah tangga mereka.<br /><br />Berdasarkan hasil audit BPKP Kalsel diketahui tarif yang diberlakukan oleh PDAM Balangan saat ini tidak menutupi biaya operasional secara penuh karena tingginya beban biaya penyusutan asset tetap.<br /><br />Karena itulah, dalam laporan hasil auditnya BPKP Kalsel lantas menyarankan agar diberlakukan kenaikan tarif air bersih atau meminta bantuan keuangan untuk biaya operasional atau investasi kepada pemerintah daerah setempat, demikian Sundoyo. <strong>(phs/Ant)</strong></p>