BPKP2DT: Masyarakat Perbatasan Butuh Perhatian Pemerintah

oleh

Kepala Badan Pengelolaan Kawasan Perbatasan Pedalaman dan Daerah Tertinggal (BPKP2DT) Kalimantan Timur Frederik Bid mengatakan masyarakat di wilayah perbatasan membutuhkan perhatian dari pemerintah pusat maupun daerah untuk menghindari gejolak sosial akibat kemajuan zaman. <p style="text-align: justify;">"Persoalan utama yang timbul di daerah perbatasan terjadi karena faktor kesenjangan sosial, apalagi masalah infrastruktur dan letak geografis yang kurang mendukung mereka untuk mapan secara ekonomi," katanya di Samarinda, Senin usai melakukan rapat dengan Komisi I DPRD Kaltim.<br /><br />Menurut dia sudah sepatutnya pemerintah punya kepedulian yang besar yakni dengan menganggarkan dana baik untuk ekonomi, sosial dan pendidikan yang tujuannya untuk memajukan daerah yang menjadi batas negara tersebut.<br /><br />"Saya yakin jiwa nasioanis masyarakat perbatasan masih tinggi, hanya karena persoalan untuk bisa tetap bertahan hidup menyebabkan mereka mereka berpikir lain," katanya.<br /><br />Frederik enggan merincikan kesenjangan seperti apa yang timbul di wilayah perbatasan NKRI tersebut.<br /><br />"Semuanya bisa dilihat di lapangan, yang pasti masyarakat di wilayah perbatgasan sangat tertinggal jauh dengan masyarakat kota di Indonesia, apalagi bila dibandingkan dengan Negara luar," katanya.<br /><br />Ia mengatakan wilayah perbatasan bukan hanya menjadi polemik antar bangsa, namun di lintas provinsi juga bisa menjadi masalah bila ada hal diperebutkan.<br /><br />Kejadian ini seperti di konsensi lahan batu bara milik PT Bharinto Ekatama yang menjadi rebutan antara Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur dengan Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.<br /><br />Menurut Frederick persoalan batas patok wilayah tersebut merupakan hal yang wajar, karena kedua daerah punya argumentasi dasar dan pandangan yang berbeda.<br /><br />"Persoalan ini hanya membutuhkan duduk bersama antara kedua pemerintah daerah, dan saya yakin semua bisa tuntas," katanya. (das/ant)</p>